Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Doa untuk Indonesia: Selamat dari Bencana dan Musibah yang Datang Bertubi

Nasional
17 Jan 2021
Doa untuk Indonesia: Selamat dari Bencana dan Musibah yang Datang Bertubi

hariansuara.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah hadir di tengah bencana (16/1/2021). Apa pun itu. Dari pandemi virus corona (COVID-19), yang ditetapkan sebagai bencana nasional, melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam, sampai bencana dan musibah di Tanah Air.  

Presiden pun meminta kepada seluruh tim di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Panglima TNI, dan Kapolri untuk bergerak bantu evakuasi dan kirim bantuan ke lokasi bencana yang hampir merata di Tanah Air.

“Kepada masyarakat dan kita semua, penting untuk terus memantau peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” demikian Presiden Joko Widodo.

Musibah dan Bencana Bertubi Warnai Bumi Indonesia

Pada minggu-minggu awal tahun, susul-menyusul musibah dan bencana terjadi secara sporadis di Tanah Air. Hingga berita ini Anda baca, Gunung Merapi di Yogyakarta, Jawa Tengah masih terus bererupsi. Guguran demi guguran terjadi berulang kali, terakhir disertai berhembusnya awan panas. Pada seismogram tercatat amplitudo sejauh 28 milimeter dengan durasi selama 84 detik.

Untuk menyelamatkan diri dan bahaya dan risiko yang ditimbulkan, sampai Minggu pagi ini (17/1/2021) warga setempat masih terus berada di pengungsian. Mereka tak diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

Kemudian di belahan bumi Jawa Barat. Bencana berupa tanah longsor (9/1/2021) telah menelan korban jiwa di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Ada 25 korban jiwa berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR gabungan. Namun, dari laporan dan permintaan masyarakat setempat, masih ada 15 lagi korban belum ditemukan. 

Untuk itu, proses pencarian oleh Tim SAR gabungan masih akan terus dilakukan hingga Senin (18/1/2021). Adapun titik-titik pencarian dipusatkan di rumah tempat hajatan pernikahan digelar, lapangan voli, Gedung TK, belakang Masjid An-Nur serta empat rumah warga setempat.

Kemudian berita duka lagi menyelimuti langit Indonesia. Kita dengar musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB di atas Kepulauan Seribu. 

Pesawat Boeing 737-500 buatan tahun 1994 itu sesaat kehilangan kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penumpang seluruhnya dalam penerbangan itu terdiri dari 12 kru pesawat terdiri dari 6 kru aktif dan 6 kru ekstra. Penumpang total 50 orang, di antaranya 40 orang dewasa, tujuh anak dan tiga bayi. 

Jawa Timur pun menghadapi bencana alam dengan aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Gunung api ini masih terus dalam pemantauan dengan kewaspadaan tinggi. Sabtu kemarin (16/1/2021) sekira pukul 17.00 WIB awan panas menyembur sejauh sekitar 4,5 kilometer.   

Malam tadi Indah Masdar, Wakil Bupati Lumajang, ke lokasi pemantauan Gunung Semeru di Gunung Sawur. Dalam keterangannya, Gunung Semeru tidak erupsi, meski mengeluarkan awan panas dan lava dingin. Juga awan tebal berarak ke Kecamatan Pasrujambe dan Senduro menuju Kabupaten Probolinggo.

"Meski status Gunung Semeru masih Waspada II, tetapi kita mesti tetap waspada. Tidak berakvitas 4 kilometer dari arah bukaan kawah. Untuk itu, Tim BPBD tetap stand by di lokasi. Lengkap semua peralatan sarpras dan SDM juga, dari PEMKAB Lumajang, TNI, POLRI serta para relawan bencana," ujarnya, juga meminta masyarakat banyak berdoa agar selamat dari berbagai kemungkinan buruk.

Pray for Indonesia

Tampaknya, Indonesia pun masih terus harus waspada akan ujian-ujian berupa musibah banjir yang juga menelan korban jiwa saudara-saudara kita. 

Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, kita semua hendaknya mewaspadai berbagai kemungkinan yang timbul dari peristiwa alam. Rutin kita memantau prediksi cuaca dari BMKG. Sejauh ini hingga Maret 2021, kemungkinan akan banyak turun hujan deras, yang bisa menyebabkan banjir dan berbagai risiko akibatnya.

Di samping untuk terus disiplin secara ketat menerapkan protokol kesehatan dengan prinsip 3 M: Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir dan Menjaga Jarak atau menghindari kerumunan. Diikuti pula dengan banyak berdoa agar kita semua terselamatkan dari bencana nasional Covid-19. (*) hab/sari    Foto: IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X