Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Gubernur Jatim Khofifah Haru Hafidz dari Desa di Mojokerto Jadi Imam Masjid Besar di Uni Emirat Arab

Nasional
06 May 2021
Gubernur Jatim Khofifah Haru Hafidz dari Desa di Mojokerto Jadi Imam Masjid Besar di Uni Emirat Arab

hariansuara.com, Jember - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merasa haru, bangga dan senang dengan terpilihnya warganya, Rahmat Alfian Hidayat, seorang penghapal Al Qur’an dari Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menjadi Imam Masjid Besar di Uni Emirat Arab (UEA).

Gubernur Khofifah di akun Instagram pribadinya @khofifah.ip mendoakan agar Alfian, lulusan Ma’had Umar Bin Khattab Surabaya dan Pondok Pesantren Ibnu Ali Sidoarjo ini, selamat, betah dan sukses menjalan tugasnya dengan baik. 

Besar harapan Gubernur Khofifah kelak Alfian juga berperan sebagai 'Duta Bangsa' yang mengharumkan nama hafidz-hafidzoh asal Indonesia. Terus menebarkan nilai Islam rahmat bagi semesta alam melalui dakwah, literasi maupun bersikap. 

Di Depan Terbuka Peluang Jadi Imam Besar Masjid di UEA

April 2021 lalu persisnya kabar Alfian dan 26 hafiz asal Indonesia lolos seleksi menjadi Imam Masjid Besar di sana. Di laman Kementerian Agam Republik Indonesia, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Juraidi,  menyampaikan isi surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab di Abu Dhabi bernomor B-00166/Abu Dhabi/210414 tanggal 14 April 2021 tentang Hasil Seleksi Imam Asal Indonesia.

Ini sungguh sebuah pencapaian yang membanggakan, sebab persyaratan menjadi Imam Masjid Besar di UEA cukuplah berat. Di antaranya harus hafal Al-Qu'an 30 juz, kualitas bacaannya tartil dan tahsin (perlahan dengan tajwid dan makhraj yang jelas dan benar), menguasai fikih shalat, fasih berbahasa Arab, serta berpaham moderat. 

Proses seleksinya juga berjenjang. Di rombongan Alfian, semula ada 90 peserta yang ikut, lalu disaring dan terpilihlah 27 hafidz. Prestasi Jawa Timur bagus. Lima orang dari penghapal Al Quran tersebut berasal dari provinsi ini. Di samping Rahmat Alfian Hidayat, ada Al-Rizal Tisma Wahid, Muhammad Shohibul Huda, Fathur Rahman dan Sunarto. 

Ke depan, peluang menjadi imam di masjid besar di UEA terbuka lebar bagi hafidz asal Indonesia. Pasalnya, Pangeran UEA sendiri, Syeikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, meminta kepada Presiden Joko Widodo 200 imam asal Indonesia untuk tiga tahun mendatang. Sedikit informasi, pada 2020 lalu di UEA tercatat terdapat 2.813 masjid.  

Gubernur Khofifah, terkait keberangkatan Rahmat Alfian Hidayat pada Juni 2021, mendukung sekali. Pemprov Jatim akan turut memfasilitasi keberangkatannya. 

“Saya titip, sampaikan kepada masyarakat di sana bahwa rakyat Indonesia meski berbeda suku, agama, ras, dan budaya bisa hidup berdampingan dengan damai,” pesan Gubernur Jatim. (*) jane/mel     Foto: @khofifah.ip, Binmas Islam, Explorer Guidebook, Beautifulmosque.com

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X