
hariansuara.com, Jakarta - Bed Occupancy Rate (BOR), ketersediaan kamar tidur pasien di rumah sakit menipis seiring dengan melonjaknya kasus positif Covid-19 belakangan ini. Bahkan di beberapa wilayah terlihat tenda-tenda besar disulap menjadi kamar perawatan isolasi pasien.
Bila kamar tidak tersedia, amankah jika kita melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah saja? Bagi Anda yang tidak bebas dari riwayat penyakit (komorbid) serius, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, isoman agaknya boleh Anda pilih.
Isoman lebih nyaman, karena tinggal di rumah sendiri, ketimbang hunting dan ‘rebutan’ kamar di rumah sakit. Tip untuk Anda selama menjalani isoman:
Buat Ruangan Isolasi
Inti dari isolasi adalah menyendirikan pasien agar tidak menulari orang lain. Untuk itu, siapkan ruang khusus bagi yang sedang sakit. Pastikan ventilasi kamar cukup memadai, sehingga sirkulasi udara keluar-masuk berfungsi baik. Yang penting, cegah penularan. Pastikan sampah dari pasien, bekas tissue atau apa pun, dibungkus plastik, ikat rapat, dan semprot dengan disinfektan.
Cegah Penularan Virus ke yang Lain
Ada sanak keluarga yang bisa merawat? Pastikan ia tidak tergolong orang yang berisiko tinggi tertulari. Masker medis wajib dipakai oleh yang sakit maupun yang bantu merawatnya. Pisahkan semua alat makan, seperti piring, gelas dan sendok maupun alat mandinya. Rutin, semprotkan disinfektan ke seluruh ruangan.
Cek Kondisi Tubuh yang Sakit
Secara rutin, cek gejala dan keluhan yang dirasakan. Untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh si sakit, pastikan makan panganan bergizi seimbang, buah dan sayur, susu. Istirahat yang cukup. Perbanyak minum air hangat ke panas.
Protokol kesehatan tingkat 1 untuk dilakukan ya. Pastikan di rumah tersedia masker, obat-obatan, vitamin yang wajib diminum. Jangan lupa berjemur di bawah panas matahari, cukup 15 menit antara pukul 08.00-08.30.
Gejala ke Arah Serius, Kontak Klinik atau Puskesmas Terdekat
Jika yang sakit menunjukkan gejala mengkhawatirkan, segera kontak tenaga kesehatan di klinik atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat agar datang memeriksa. Kapan harus sudah mengontak tenaga medis?
Perhatikan gejala, pasien mengalami kesulitan bernapas, tidak mampu bergerak atau berbicara, nyeri di dada, dan kehilangan kesadaran.
Isoman Berapa Lama?
Orang tanpa Gejala (OTG) bisa menjalani perawatan isolasi secara mandiri selama 10-14 hari sejak ia dikonfirmasi positif.
Pasien Covid-19 dengan gejala ringan bisa menjalani isoman 14 hari lamanya, 10 hari sejak dikonfirmasi positif Covid-19 serta 4 hari sesudah gejala batuk dan sebagainya hilang.
Yang terpenting lagi, konsumsi makanan bergizi seimbang dan minuman herbal penghangat seperti jahe panas dan susu untuk mengembalikan imunitas tubuh. Banyak berdoa, gembirakan hati dan nikmati waktu untuk beristirahat agar segera pulih. (*) Sulanjana/Surya Foto: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU