
hariansuara.com - Kabar gembira bagi anak dengan Thalasemia di Indonesia, seiring dengan berhasilnya Tim Dokter Tzu Chi Hospital melakukan Transplantasi Sel Punca Darah pada Assyifa Salsabila Balqis (11), pasien Thalasemia Beta Mayor. Ia menerima transplantasi sel punca darah 100 persen dari adik kandungnya, Sultan Muhammad Alfatih (6).
Ini catatan sejarah dalam dunia medis di Tanah Air. Sebab, di Indonesia layanan Hematopoietic Stem Cell Transplantation Center (Instalasi Transplantasi Sel Punca Darah) untuk anak baru tersedia di Tzu Chi Hospital yang terletak di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dilansir dari tzuchi.or.id, Konsultan Hematologi Onkologi Medik Anak di Tzu Chi Hospital, Dokter Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA, menjelaskan, pasca transplantasi, donor transfusi yang dimasukkan ke dalam tubuh Assyifa telah tumbuh, dan bisa memproduksi sel-sel yang baik bagi tumbuh kembangnya ke depan.
Dari literatur medis sendiri, Transplantasi Sel Punca Darah ini menjanjikan kesembuhan bagi pasien kelainan darah sekitar 80 hingga 90 persen. Tentu, keberhasilan transplantasi sel punca darah ini membutuhkan pemenuhan atas kriteria tertentu serta metode yang baik, lagi tepat.
"Donor sel punca darah bisa didapat dari sumsum tulang, darah tepi, dan dari tali pusat. Pada Assyifa, metode transplantasi sel punca diambil dari darah tepi. Teknologinya menggunakan mesin apheresis, itu apa yang diambil oleh mesin bisa kita pilah sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk kasus ini kita ambil CD34, sel puncanya,” jelas dr. Edi yang juga berpraktik di Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional (RSPKN) Dharmais.
Yang tak kalah penting, imbuh dokter pendiri Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, adalah memantau pasca-transplantasi, sebab berbagai kemungkinan bisa saja terjadi.
Untuk itu tim dokter Tzu Chi Hospital menyiapkan panel yang intens memantau tahap-tahap perkembangan pasca transplantasi Assyifa dengan tekun dan sabar. Termasuk meneliti efek samping yang mungkin timbul serta menyiapkan tindak lanjut penanganannya. Bersyukur luar biasa, hasilnya baik.
Ke depan diharapkan layanan Transplantasi Sel Punca Darah dapat diikhtiarkan untuk anak-anak penderita kelainan darah agar dapat menjalani kehidupan yang jauh lebih baik. (*) Melia Hapsarani/MTS Foto: Ilustrasi berbasis AI
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU