Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Tenun Tradisional Mandirikan Ekonomi Pesantren di Lebak, Banten

Peluang Usaha
05 May 2021
Tenun Tradisional Mandirikan Ekonomi Pesantren di Lebak, Banten

hariansuara.com, Banten – Pesantren diproyeksikan menjadi kekuatan baru ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Banten, dikenal sebagai Bumi Seribu Kiai Sejuta Santri, dengan banyaknya pondok pesantren (ponpes) berpotensi untuk pengembangan usaha konveksi dan fesyen. 

Para santri dan santriwatinya bisa diberdayakan menjadi SDM terampil dan inovatif menghasilkan tekstil sampai busana siap pakai berkualitas tinggi. 

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Banten bersama fashion designer Wignyo Rahadi menggelar program Pelatihan dan Pengembangan Tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Khas Leuwidamar Lebak.

Pesertanya, para santri dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Jam’iyatul Washliyah di Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Selaku Fashion Designer nasional dan tenaga ahli Dekranas, Wignyo membagi ilmu dengan mengenalkan benang sebagai bahan baku tenun, warna dan teknik pewarnaan benang, penggunaan alat mehani, membangun dan setting Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), praktek menenun, hingga membuat dan motif tenun baru khas Lebak.

Desa Leuwidamar yang hanya berjarak tempuh 45 menit dari Baduy, yang punya kerajinan tenun gedog, tak mengenal tradisi menenun. Diharapkan, dengan pelatihan tenun ATBM ini Desa Leuwidamar sentra tenun baru di Kabupaten Lebak.  

Sesuai arahan Bupati Kabupaten Lebak, Iti Octavia Jayabaya, untuk menjaga eksistensi tenun Baduy, kelompok tenun baru di Leuwidamar memakai nama Tenun Lebak. Motif-motif yang dikembangkan juga baru, khas Lebak.

“Alhamdulillah, 20 santri dan masyarakat peserta pelatihan sangat bersemangat, sehingga dalam 26 hari kerja dapat menghasilkan 12 potong kain tenun. Semoga kegiatan kerajinan menenun ATBM ini dapat meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus menjadi sentra tenun baru di Lebak, selain tenun Baduy,” ungkap Wignyo Rahadi.

Pada penutupan Program Pelatihan dan Pengembangan Tenun ATBM Khas Leuwidamar Lebak ini hadir Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Banten, Erwin Soeriadimadja dan  Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Endang Sri Hariatie Budi Karya. (*) jane/jane            Foto : Dok Wignyo Rahadi

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X