Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Sport

Maria Sharapova Umumkan Pensiun

Sport
27 Feb 2020
Maria Sharapova Umumkan Pensiun

hariansuara.com, Jakarta -  Pemenang lima kali Grand Slam Maria Sharapova pada hari Rabu (26 Februari) kemarin mengumumkan pengunduran dirinya di usia 32 tahun.

"Saya mengucapkan selamat tinggal untuk Tenis," kata Sharapova dalam sebuah artikel di majalah Vogue and Vanity Fair. "Setelah 28 tahun berkarir dan lima gelar Grand Slam, saya siap untuk bersaing di berbagai jenis medan."

Maria Sharapova muncul sebagai seorang remaja yang berbakat dan memenangkan Grand Slam-nya sebelum menjalani larangan tanding selama 15 bulan karena gagal dalam tes narkoba di Australia Terbuka 2016.

Namun mantan nomor satu dunia ini hampir tidak pernah bermain dalam satu tahun terakhir karena masalah bahunya. Dan ketika dia bermain, Sharapova kalah dalam banyak pertandingan. Tersingkir di babak pertama di Wimbledon, AS Terbuka dan, yang terakhir, Australia Terbuka di Melbourne.

Pernah Peringkat Satu WTA

Sharapova menjadi terkenal sebagai pemenang Wimbledon saat berusia 17 tahun pada tahun 2004. Dia menjadi pemain termuda ketiga yang menaklukkan lapangan rumput All England Club.

Sharapova mengakhiri tahun 2004 dengan kemenangan pada turnamen penutup tahun, WTA Championships, mengalahkan Serena Williams. 

Dari Juni 2004 sampai dengan semifinal turnamen Wimbledon tahun 2005, Sharapova memenangi 22 pertandingan tanpa henti di lapangan rumput, termasuk memenangi turnamen di Birmingham dan Wimbledon.

Sharapova mencapai semifinal Australia Terbuka pada tahun 2005. Ia dikalahkan oleh Serena Williams. Ia tidak bisa mempertahankan gelar Wimbledon-nya. Ia dikalahkan oleh Venus Williams.

Ia sempat menduduki peringkat pertama dalam peringkat tenis WTA, walaupun hanya 1 minggu. Sharapova juga kalah pada semifinal AS Terbuka 2005. Ia menyerah kepada Kim Clijsters.

Kendati peringkat satu hanya satu minggu, Sharapova mengatakan salah satu kunci kesuksesannya adalah tidak pernah melihat ke belakang.

"Tenis memberi saya kehidupan. Saya  akan merindukannya setiap hari dan akan melewatkan latihan dan rutinitas harianku: Bangun di waktu fajar, mengikat sepatu kiriku dan kananku."

"Melihat ke belakang sekarang, saya menyadari bahwa tenis telah menjadi gunung saya. Jalan saya telah dipenuhi dengan lembah dan jalan memutar, tetapi pemandangan dari puncaknya luar biasa."(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X