
hariansuara.com, San Francisco - Raksasa internet AS Google mengatakan pihaknya telah memecat 48 karyawan karena pelecehan seksual, termasuk 13 pegawai manajer senior dalam dua tahun terakhir.
Dalam memo internal untuk karyawan Google, CEO Google Sundar Pichai mengatakan Google mengambil tindakan keras terhadap karyawannya yang melakukan pelecehan seksual atau perilaku tidak pantas.
"Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah membuat sejumlah perubahan, termasuk mengambil tindakan keras pada perilaku yang tidak pantas oleh orang-orang dalam posisi otoritas," kata Pichai.
Baca juga: Data Bocor, Google Segera Akan Tutup Google+
Pichai mengirimkan memo itu kepada staf Google di tengah laporan New York Times yang merinci eksekutif Google yang bertanggung jawab atas departemen perangkat lunak Android, Andy Rubin, yang meninggalkan perusahaan pada tahun 2014 setelah ia dituduh melakukan pelanggaran seksual.
Rubin, yang dikenal sebagai "bapak Android" karena membuat sistem Android untuk ponsel, diselidiki oleh Google karena terlibat dalam hubungan yang tidak pantas dengan pegawai wanita dan dipaksa untuk mengundurkan diri.
Baca juga: Google Terapkan Teknologi AI Tangkal Pelecehan Seksual
Dia bergabung dengan Google pada tahun 2005 setelah raksasa teknologi tinggi yang berbasis di California, mengakuisisi Android Inc. di mana dia adalah co-founder dan CEO. Rubin menjabat sebagai wakil presiden senior konten seluler dan digital di Google, dan mengawasi pengembangan Android untuk ponsel cerdas.
Meskipun juru bicara Rubin bersikeras bahwa dia meninggalkan Google atas kemauannya sendiri dan tidak pernah melakukan pelanggaran seksual, laporan Times mengatakan, para penyelidik Google yakin tuduhan terhadap dirinya "kredibel."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU