hariansuara.com - Peternakan di Indonesia tengah menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Informasi dari para pakar, seperti disampaikan oleh Prof drh R Wasito, MSc, PhD, PMK ini penyakit akut, cepat, mendadak dan sangat menular dan infeksius. Siapa saja yang potensial terkena?
Virus RNA menyerang hewan ruminansia atau pemamah biak, seperti sapi, kambing, dan juga babi dan rusa. Ditandai dengan kulit di mulut dan kuku melepuh dan berair hingga hewan tak mau makan, berakhir dengan kematian.
Banyak sumber menyatakan PMK tidak menular kepada manusia. Artinya, tetap aman memakan daging sapi atau kambing di tengah PMK mewabah.
Usai peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke-29, Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST, IPU dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) makan siang di @x.o_suki_jember.
"Dinas kesehatan peternakan terus menangani keberadaan hewan-hewan agar terhindar dari infeksi virus PMK. Daging yang beredar di masyarakat sudah diawasi benar. Selain itu, daging harus dimasak dalam air mendidih 100 derajat. Sebentar lagi Iedul Adha, silakan berqurban, sapi dan kambing yang sudah dinilai sehat," ujar Bupati Hendy memperlihatkan makan siang daging sapi bersama-sama. (*) Melia Hapsarani YSQ/MTS Video: @hendysiswanto.hs/Habib YSQ
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU