hariansuara.com - Kondisi di Tanah Air masih diwarnai dengan stunting. Pun, di Kabupaten Jember. Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Dra Hj Kasih Fajarini, dalam kiprahnya mendukung program kerja Pemerintah Daerah, giat melakukan pencegahan bertambahnya angka stunting.
Stunting, seperti diketahui, dialami anak yang mengalami gizi sangat buruk pada usia awal kelahiran dalam kurun waktu lama. Kondisi fisiknya, dalam istilah awam, disebut kerdil, anak jauh di bawah berat dan tinggi badan normal serta pertumbuhan otaknya juga terganggu.
Selain kurangnya asupan gizi seimbang, penyebab stunting cukup kompleks. Mulai dari kebersihan diri dan lingkungan, ketersediaan air bersih atau tidak, lalu pengetahuan orang tua dan lingkungan sekitar tentang perawatan kehamilan, persalinan dan membesarkan anak.
Di sini kolaborasi semua pihak, terutama peran serta Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) sebagai penggerak proses manajemen partisipatif pemberdayaan masyarakat di tingkat Desa/Kelurahan. Memastikan ibu dan bayi mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Data masyarakat yang dicatat juga akurat, lalu pemberian makanan tambahan pada balita menjadi ikhtiar pencegahan stunting yang tepat.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Salah satu fokus Pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Hari ini saya membagikan susu sebagai asupan tambahan agar anak tumbuh sehat dan berkembang optimal. Saya datangi masyarakat Jember di beberapa titik, di antaranya di sekitar Desa Gelang, Sumberbaru," ujar Hj Kasih Fajarini, biasa disapa Bu Rien, yang menyampaikan pesan melalui pantun:
Jalan sehat rame-rame di RTH Rambipuji
Tak lupa bawa bekal proltape rasa keju
Ayo kita minum dan makan makanan bergizi
Untuk Jember sehat, kueren dan maju. (*) Melia Hapsarani YSQ/MTS Video: @kasihfajarinijember/Habib YSQ
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU