
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pembangunan infrastruktur gas demi terciptanya fasilitas penyaluran dan pemanfaatan di dalam negeri. Meskipun anggaran untuk hal ini sudah berkurang.
"Infrastruktur gas sedikit penting, meski anggaran (dari APBN) jumlahnya berkurang," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) KESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja usai rapat tertutup di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (23/8/2016).
Gusti menekankan pihaknya tetap melakukan berbagai upaya untuk mendorong konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Salah satunya dengan terus berupaya penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
"Konversi ke BBG kita tetap jalan terus. Dari sisi lain supaya SPBG tetap tumbuh kita usulkan supaya marginnya dinaikkan," tutur Gusti.
Dikatakan juga bila KESDM juga akan mengusulkan adanya revisi target pendapatan di sektor gas, namun yang penting adanya margin dari gas. "Itu yang kita usulkan. Jadi bagaimana margin itu besar," tuturnya.
Saat ini, pemerintah masih terus dilakukan pembangunan jaringan gas yang penugasannya dilakukan badan usaha. Sesuai regulasi, kewajiban badan usaha yang mendapatkan alokasi gas bumi harus memiliki infrastruktur fasilitas penyaluran dan penggunaan gas.
"Jadi lagi pembangunan. Sudah hampir 50%, ada yang sudah 60%. Yang jelas jargas (jaringan gas, red) masih penugasan," ujarnya. (Ikram Ramadhan/Hardani Triyoga)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU