
Jakarta - PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah segera menerbitkan surat keputusan pengelolaan minyak dan gas bumi di blok Mahakam. Pertamina siap menggelontorkan investasi 1,5 miliar dolar AS untuk pengelolaan Blok Mahakam.
“Pertamina ingin masuk karena untuk menjaga produksi di Blok Mahakam,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soedjipto usai rapat koordinasi dengan Menko Kemaritiman di Jakarta, Selasa (23/8/2016).
Dwi menjelaskan bila investasi Total dipangkas maka sama dengan tak ada pengeboran baru. Jika hal itu terjadi, dapat dipastikan produksi Blok Mahakam bakal anjlok pada 2018. Pasalnya, rasio penurunan produksi (decline rate) tidak bisa ditahan.
Namun, persoalan regulasi yang akan menjadi penghambat seperti SK harus segera diselesaikan.
"Pak Menko (Luhut Binsar Panjaitan) minta apa-apa yang jadi penghambat investasi Pertamina untuk masuk di Blok Mahakam bisa diselesaikan. Salah satunya payung hukum supaya tidak terjadi penurunan produksi yang signifikan pada saat alih kelola di 2018," katanya.
Lanjutnya, ia mengkhawatirkan bakal ada potensi penurunan produksi di Blok Mahakam pada masa transisi yang jumlahnya cukup signifikan. Namun, hal itu bisa diperlambat dengan melakukan proses monitoring.
"Ada kurva-kurvanya (produksi), nanti pada saatnya biar diceritakan secara detail. Kalau kita doing nothing, penurunannya (produksi) akan tajam, kalau kita melakukan sesuatu bisa memperlambat," sebutnya. (Ikram Ramadhan/Hardani Triyoga)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU