Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Konsumsi CPO Baru 5% Hanya untuk Industri Pertanian

Ekonomi & Bisnis
26 Aug 2016
Konsumsi CPO Baru 5% Hanya untuk Industri Pertanian

 

 

Jakarta -  Asosiasi Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintai) menyatakan penggunaan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk konsumsi Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel baru sekitar 5%. Penggunaan ini lebih dimanfaatkan untuk kebutuhan  industri pertanian dalam negeri. "Dari BBN memang tidak terlalu banyak baru sekitar 5 persen. Jadi penggunaan tidak terlalu banyak buat industri, karena hanya ke penggunaan traktor atau mesin traktor," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Industri Alsintai, Henry Haryanto di Pameran Inapalm, Inagritech dan Inagrichem 2016 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (26/8/2016).Henry pun berharap agar kalangan petani bisa memiliki akses dari infrastruktur agar mereka bisa membeli BBN untuk alat traktornya. Hal ini penting untuk menjaminan pasokan kebutuhan para petani. “Iya, saya harap demikian,” sebutnya.Apalagi menurut Henry, data penggunaan CPO ke industri secara resmi belum diterima karena masih dikaji.  "Saya belum ada datanya. Itu masih dalam tahap penelitian, belum dikomersialkan," ujarnya.Lanjutnya, Henry menjelaskan awal penggunaan teknologi untuk alat pertanian bermula dari negara maju seperti dari Taiwan dan Jepang. Namun, kini pelaku industri sudah menggunakan teknologi yang dihasilkan dari karya anak negeri."Dulu kita masih impor, akhirnya lambat laun kita mampu memproduksi di dalam negeri. Sekarang penggunaan untuk petani sekitar 60 persen,” tuturnya.Terkait kebijakan Kementerian Perindustrian yang mendorong penggunaan teknologi canggih untuk pertanian, ia mengapresiasi hal tersebut. Cara ini tentu akan meningkatkan produktivitas dan petani pun  bisa memperoleh dengan harga lebih terjangkau.“Bisa meningkatkan produktivitas hasilnya dan didapatkan dengan harga murah,” ujarnya.Sementara itu, selaku penyelenggara, Direktur PT Global Expo Management (GEM Indonesia),  Baki Lee mengatakan pihaknya memandang pentingnya peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan.  Faktor luas area tanah pertanian yang dimiliki Indonesia harus menjadi catatan.Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dengan tanah yang luas. Berbeda dengan negara lain di Asia Tenggara."Kami sadari Indonesia dengan luas tanah sekitar 1,5 juta hektare. Itu salah satu area yang sangat luas dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya," kata Baki Lee. (Ikram Ramadhan/Hardani Triyoga)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X