
Jakarta – Komisi VII dan Kementerian ESDM menyepakati produksi siap jual (lifting) minyak bumi dalam RAPBN 2017 sebesar 815 ribu barel perhari. Namun, jumlah ini lebih tinggi dari angka yang diajukan pemerintah pada nota keuangan RAPBN 16 Agustus yaitu 780 ribu per barel.
“Lifting minyak bumi sebesar 815.000 bph, ini lebih tinggi dari angka yang diajukan Pemerintah sesuai dengan Nota Keuangan Presiden Joko Widodo tanggal 16 Agustus 2016 sebesar 780.000 barel per hari,” ujar Pelaksana tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan.
Selain lifting minyak, ada kesepakatan terkait gas bumi sebesar 1,15 juta barel setara minyak per hari dan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) sebesar 45 dolar AS per barel.
Adapun Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menilai target lifting minyak bumi sebesar 815 ribu per barel cukup realistis. Salah satu acuannya karena rapat dengar pendapat Komisi VII dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan 15 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Itu realistis di mana produksi lapangan Banyu Urip diperkirakan mencapai 200 ribu barel per hari,” ujar Gus.
Dalam rapat kerja ini juga menyepakati volume BBM bersubsidi sebesar 16,61 juta kilo liter (Kl), terdiri dari Minyak Tanah 0,61 juta KL, Solar 26 juta KL. Penetapan volume BBM bersubsidi ini, masuk akal karena berdasarkan realisasi hingga Agustus 2016 mencapai 9,085 juta KL atau 56,1% dari volume BBM bersubsidi dalam APBN-P 2016 yang diterapkan sebesar 16,188 juta KL.
Sedangkan volume LPG 3 kg disepakati sebesar 7,096 juta KL. Perhitungan volume LPG 3 kg berdasarkan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan usaha mikro dan rumah tangga serta rencana konversi minyak tanah ke LPG tabung 3 kg tahun 2017.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian minta Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menjelaskan penurunan lifting minyak dan gas bumi yang cukup tajam. Permintaan yang disampaikan Ramson ini terkait pernyataan Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut prediksi lifting minyak di APBN 2017 hanya 780 ribu barel per hari dan lifting gas bumi setara 1.150.000 barel per hari.
"Komisi VII DPR mengadakan rapat dengan Kepala SKK Migas dan pimpinan KKKS, untuk mendapatkan data yang akurat dari SKK Migas dan KKKS. Kami juga ingin mendengarkan penyebab terjadinya trend penurunan yang cukup tajam lifting minyak bumi dan gas bumi," kata Ramson.
Hasil kesepakatan antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR ini akan dibawa ke Badan Anggaran sebelum diumumkan dan disahkan dalam sidang paripurna DPR.
Sedangkan, sejumlah asumsi dasar sektor energi lain seperti subsisi listrik, solar, dan energi terbarukan akan dibahas dalam rapat kerja Komisi VII DPR dan Menteri ESDM selanjutnya. (*) Albi Wahyudi/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU