
Jakarta - PT Pertamina (Persero) bergerak cepat menyelesaikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan. Hal ini karena sudah dimulainya pekerjaan front end engineering design (FEED) pada Kamis, kemarin.Untuk fase I dan fase II RDMP RU V Balikpapan akan dikerjakan sendiri perusahaan.Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan untuk mewujudkan RDMP RU V Balikpapan dalam waktu tiga tahun tidak bisa dilakukan dengan langkah biasa. Caranya dengan memulai lebih cepat pekerjaan desain dasar secara paralel.Tujuan mempercepat ini agar pekerjaan fisik pada pertengahan tahun depan bisa terealisasi.“Pada proyek normal, FEED dimulai setelah BED selesai, namun untuk RDMP RU V Balikpapan kami kerjakan secara paralel untuk mempercepat proses sehingga target dimulainya pekerjaan fisik pada pertengahan 2017 bisa tercapai," kata Hardadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/9/2016). Ditegaskan Hardadi bila pihaknya tak bisa menerima keterlambatan dalam target operasional RDMP RU V Balikpapan."Kami sama sekali tidak ingin mentoleransi keterlambatan untuk merealisasikan target operasional penuh RDMP RU V Balikpapan pada September 2019,” ujar Hardadi. Kemudian, ia menjelaskan terdapat beberapa milestone penyelesaian pekerjaan FEED, yaitu licencor management yang harus tuntas pada 9 Januari 2017, FEED revamp unit, yaitu pada unit-unit lama seperti crude distillation unit dan vacuum distillation unit dengan target penuntasan 15 Maret 2017.Selanjutnya, FEED licensed unit pada unit-unit baru, seperti Diesel and Kerosene Hydrotreaters, Platformer, Continuous Catalytic Reformer, Gasoline Selective Hydrotreaters, Alkylation, dan juga Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) selesai pada 30 Juni 2017 sehingga ujungnya berupa estimasi capex akan selesai pada 15 Juli 2017.Untuk penuntasan FEED tersebut, Pertamina telah menetapkan untuk bekerjasama dengan Bechtel International sebagai pelaksana.Selain membangun infrastruktur kilang, Pertamina juga melakukan pengembangan kemampuan sumber daya manusia internal perusahaan dengan mengirimkan kembali insinyur yunior dan senior bekerja di kantor Bechtel.“FEED pelaksanaannya akan dilakukan di tiga lokasi Bechtel, yaitu Houston, London, dan New Delhi dan kami akan memberangkatkan kembali sekitar 80 insinyur Pertamina ke tiga lokasi tersebut untuk bekerja bersama Bechtel menyelesaikan FEED," jelasnya.Upaya pengiriman ini sebagai bentuk Pertamina mengembangkan kemampuan insinyur. Jadi, tak hanya untuk RDMP RU V Balikpapan, tapi juga guna kebutuhan proyek-proyek kilang lainnya.Adapun saat ini Pertamina tengah fokus merealisasikan enam mega proyek kilang yang terdiri dari empat proyek RDMP yaitu, RDMP RU V Balikpapan, RDMP RU IV CIlacap, RDMP RU II Dumai, dan RDMP RU VI Balongan. Sisanya, dua proyek kilang baru, yaitu Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan GRR Bontang. Menurut Hardadi, pekerjaan RDMP dua hingga tiga kali lebih sulit dari proyek kilang baru karena dibangun di tengah-tengah unit kilang yang telah ada dan beroperasi.Contohnya seperti RDMP RU V Balikpapan, Pertamina melakukan tiga tahapan utama dalam pelaksanaannya. Ketiga tahapan tersebut, yaitu pemindahan pergudangan dan perbengkelan yang areanya akan digunakan sebagai lokasi proyek RDMP, pengosongan kawasan hunian yang akan digunakan untuk lokasi pergudangan dan perbengkelan baru. Lalu, pembangunan hunian baru untuk menampung pekerja yang dipindahkan dari kawasan hunian yang akan dikosongkan.“Dengan demikian, pembangunan hunian baru merupakan tahapan pekerjaan pertama yang paling krusial. Saat ini proyek hunian yang akan berisi sekitar 300 unit hunian tersebut sedang dibangundan telah mencapai level 10 dari 23 lantai yang direncanakan dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebagai kontaktor," jelasnya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU