
Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyatakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 88 atau premium mengalami penurunan. Penurunan pemakaian ini mempengaruhi distribusi BBM premium ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).Namun, penurunan ini juga disertai dengan penggunaan masyarakat yang berimigrasi memilih BBM jenis lain seperti pertalite atau pertamax. “Karena seiring waktu setiap harinya dan bulanan yang terus bergerak. Sekarang premium komposisinya sudah turun. Permintaan Premium hanya 40%, sisanya itu untuk permintaaan Pertalite dan Pertamax. Nah angkanya itu sudah bergeser cukup jauh,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro saat dihubungi hariansuaracom, Jumat (9/9/2016). Dijelaskan Wianda, Pertamina saat ini tidak dapat melakukan penambahan alokasi kuota premium yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Jika seandainya premium habis, maka akan dikoordinasikan dengan pemerintah. “Kalau jatah (premium, red) itu harus dikoordinasikan lagi karena sebenarnya di Perpres itu kan mengatur, juga masalah harga yang ditentukan pemerintah.Kemudian masalah volume tentunya kita juga akan bicarakan dengan Kementerian ESDM,” tutur Wianda. Wianda menekankan masyarakat sebagai pengguna BBM diimbau mempertimbangkan peralihan konsumsi premium dengan memilih pertamax dan pertalite. Kedua BBM ini lebin efisien dan bagus karena memiliki kadar oktan yang tinggi dan memelihara mesin kendaraan. “Dengan kondisi dilapangan masyarakat juga membutuhkan BBM jenis petamax dan pertalite,” kata Wianda. Terkait data konsumsi premium, Wianda belum bisa menjelaskannya. Hal ini memerlukan data terakhir agar tak salah. “Saya belum memegang data terkait penurunan pemakaian Premium,” ujarnya. Seperti diketahui, data angka penjualan premium tahun 2016 ini diperkirakan mencapai 164,6 juta barel atau 15 juta barel per bulan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka konsumsi tersebut menurun 5,4 juta ketimbang angka konsumsi 2015 sebesar 175 juta barel.Penjelasan Pertamina bisa menjawab keinginan masyarakat pengguna premium tapi mulai sering kehabisan saat mengisi di SPBU. Tapi, pihak Pertamina menegaskan distribusi premium tetap lancar ke SPBU diberbagai wilayah menyesuaikan kuota.
"Masih terdistribusikan dengan baik sejauh ini," sebutnya. (*) Albi Wahyudi/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU