
Jakarta - Harga bahan bakar avtur yang mahal di Indonesia dikeluhkan sejumlah maskapai salah satunya Garuda Indonesia. PT Pertamina (Persero) yang lebih memilih mengisi avtur di Bandara Changi, Singapura. PT Pertamina (Persero) punya penjelasan terkait persoalan harga avtur ini.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan adanya perbedaan harga dengan negara lain terutama Singapura karena Negara Singa itu punya kedekatan dengan sumber pengolahannya. Hal ini yang berbeda dengan Indonesia.
“Bandara Changi, Singapura hal itu sangat jelas untuk persinggahan (transit) penerbangan jarak jauh makanya banyak pesawat berkesempatan mengisi bahan bakarnya di sana. Di samping avtur di sana dekat dengan tempat kilangnya,” kata Wianda saat dihubungi hariansuaracom, Selasa (13/9/2016).
Menurut dia, infrastruktur pengolahan avtur di Singapura dekat dengan Bandara Changi. Jaraknya berdekatan dan disalurkan dengan pipa.
Wianda menjelaskan pihaknya berupaya memberikan harga kompetitif terhadap masyarakat pengguna avtur. Namun, yang perlu dipahami kondisi di Indonesia berbeda dengan Singapura.
Jika di dalam negeri, pengolahan avtur berada di area Tanjung Pasir, Tangerang.
“Di mana Pertamina membongkar avtur di situ yang datang melalui tangker terus dengan pipa dan masuk ke terminal (storage). Avtur kemudian di bawa melalu brezer dan brezer itu masuk ke pesawat-pesawat,” ujarnya.
Dia menambahkan setiap negara memiliki pola pendistribusian avtur. Tapi, Pertamina terus berkomunikasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral serta Kementerian Kemaritiman untuk memberikan harga avtur kompetitif.
Pertamina dan pihak lain akan berupaya membicarakan ini untuk bisa memberikan harga yang lebih kompetitif.
“Solusinya sekarang masih dibicarakan karena kan melibatkan berbagai hal, dan memang kita tidak bisa pungkiri karena memang pola distribusinya melalui tangker yang masuk ke Tanjung pasir kemudian baru masuk ke storage kita,” sebutnya.
Sekedar informasi, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga jual avtur untuk periode 15 - 31 Januari 2016. Untuk Bandara Soekarno-Hatta penurunan dilakukan sebesar Rp170 per liter menjadi Rp5.490 per liter.
Konsumsi rata-rata avtur di empat bandara di wilayah Jawa Bagian Barat itu 5.637 kiloliter per hari. Konsumsi terbesar di Bandara Soekarno-Hatta, yang seharinya bisa menyerap 5.050 kiloliter avtur. (*) Albi Wahyudi/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU