
Jakarta - PT Pertamina (Persero) optimis pembentukan holding BUMN migas bisa meningkatkan penyediaan gas. Penggabungan antara Pertamina dengan PGN itu bisa memotong atau menghemat biaya produksi.“Dengan eksistensi kita tak ingin ongkos-ongkos itu bertambah. Justru dengan holding ini kita harus bisa memotong ongkos-ongkos produksi yang ada,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro dalam perbincangan dengan hariansuaracom, Rabu (14/9/2016).Contoh penghematan ongkos produksi menurut Wianda misalnya seperti pengelolaan pipa gas. Jika sudah holding maka pengelolaan pipa bisa disinergikan atau diintegrasikan dengan pengelolaan satu pihak."Pengelolaannya cukup satu berarti biaya operation ‘maintenance’nya hanya akan ada satu. Nah akibatnya cost-cost yang ada dari biaya operation dan maintenance itu dapat ditekan, berarti efisien terjadi,” ujarnya.Diharapkan jika holding terealisasi, maka Pertama akan memperhitungkan ulang pemanfaatan pipa gas yang ada. Rencana upaya ini akan dilakukan agar harga gas yang sampai ke masyarakat bisa lebih kompetitif.Hal ini penting mengingat salah satu tujuan dari holding bisa mempersiapkan pasokan gas secara konsisten kepada masyarakat dan kalangan industri."Bagaimana kita mengintegrasikan infrastuktur pipa yang ada supaya dari segi biaya bisa efisiensi. Dengan efisiensi cost akan jadi turun. Tentunya dari segi biaya yang harus kita keluarkan juga turun. Dampaknya kita bisa lakukan efektivitas supaya harga yang sampai ke masyakat bisa lebih kompetitif,” tutur Wianda.Lanjutnya, kata dia, Kementerian BUMN sudah membuat peraturan yang bisa menjadi holding itu hanya perusahaan negara yang 100% sahamnya dimiliki negara. Nantinya holding itu ada 6 diantaranya holding pertambangan, holding konstruksi jalan tol, holding perumahan, holding pangan, holding migas, dan holding jasa keuangan dan perbankan. “Semuanya yang menjadi holding itu cangkangnya adalah perusahaan yang 100% dimiliki negara. Makanya seperti pertambangan oleh Inalum, kemudian jasa keuangan perbankan itu dana reksa. Jadi tujuannya bagaimana perusahan negara dapat memaksimalkan dari sumber-sumber yang ada itu digunakan untuk kembali memberikan kemudahan pada masyarakat,” jelas Wianda.Wianda juga berharap dengan pola terintegrasi dalam holding BUMN, maka Pertamina tak perlu berfokus lagi hanya membangun di pulau Jawa seperti Jawa Timur yang memang permintaan gasnya tinggi. Hal ini berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur gas ke daerah lain.“Jadi dengan kita bersinergi ini ada biaya investasi yang sudah kita hitung bersama, kita bisa berhemat, kita bisa fokus membangun infrastruktur gas ke tempat-tempat yang lain,” tuturnya. (*) Albi Wahyudi/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU