
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal terus melakukan pemantauan dariproyek-proyek yang dilaksanakan dalam kawasan industri yang mengimplementasikan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mencatat total 32 proyek baik yang sedang dalam masa konstruksi maupun yang sedang dalam tahapan persiapan yang dilaksanakan dalam kawasan industri KLIK dengan nilai investasi mencapai Rp 55,62 triliun dan luasan lahan 597,04 hektar.
“Selain 16 proyek yang sedang dalam masa konstruksi itu, terdapat 16 proyek lainnya yang tahapannya belum konstruksi jadi masih minat, proses perizinan dan persiapan dengan luasan lahan 386,81 hektar dan nilai investasi Rp 46,5 triliun di empat kawasan industri,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (31/5).
Menurut Franky, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dari proyek-proyek yang diimplementasikan di kawasan KLIK. “Ini karena selain percepatan dibutuhkan untuk peningkatan realisasi investasi. BKPM tentu akan mendukung proyek-proyek investasi tersebut,” lanjutnya.
Franky mengemukakan bahwa beberapa langkah koordinasi dilakukan dengan kementerian koordinator perekonomian, kemudian koordinasi di daerah dengan pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri. “Beberapa rapat inter kementerian juga dilakukan untuk menyiapkan proyek-proyek seperti I-PRO Danau Tob yang dilaksanakan di BKPM,” lanjutnya.
Lebih lanjut Franky menambahkan bahwa target investasi nasional tahun ini yang mencapai Rp 594,8 triliun membutuhkan langkah-langkah konkret yang dapat mendukung pencapaian target tersebut. “KLIK adalah salah satu program yang diharapkan dapat mendorong akselerasi realisasi investasi. Dengan investor langsung melakukan proses konstruksi ke kawasan industri yang di tetapkan maka terjadi percepatan dari time lag komitmen investasi ke realisasi investasi,” paparnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU