
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti peningkatan daya saing industri dan ekspor nasional. Pentingnya hal ini karena untuk memperkuat struktur ekonomi yang masih menghadapi tekanan termasuk perkembangan global.
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani mengatakan ekonomin Indonesia belum sepenuhnya bebas dari perkembangan ekonomi global yang masih lemah.
“Sementara di dalam negeri, walau berbagai paket ekonomi sudah diluncurkan, namun manfaat dari pelaksanaannya belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh dunia usaha,” kata Rosan di Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Dia menekankan iklim usaha dan investasi harus bisa mendorong usaha pengembangan industri nasional. Investasi yang kondusif dengan pelaksanaan penuh dari kebijakan regulasi dinantikan pelaku usaha bidang industri dan perdagangan.
“Iklim investasi yang kondusif melalui pelaksanaan secara penuh dari kebijakan deregulisasi dan debirokratisasi sangat didambakan oleh para pelaku usaha di bidang industri dan perdagangan,” ujarnya.
Kemudian, ia menilai menurunnya kinerja ekspor dan melebarnya defisit neraca transaksi berjalan menjadi sinyal penurunan peran industri dalam perekonomian. Menurutnya, pemerintah harus segera menjalankan hilirisasi industri untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan memperkuat struktur industri.
“Menyediakan lapangan kerja serta membangun daya saing dan produktivitas produk-produk dalam negeri supaya tidak kalah dengan produk asing,” tuturnya.
Dijelaskan, bila Indonesia harus memiliki industri primer yang kuat dan berdaya saing untuk menopang sektor jasa dan perdagangan.
“Sangat disayangkan selama ini struktur ekspor industri nasional masih berorientasi resource based dengan nilai tambah rendah. Yang diperlukan penguatan strategi sektor industri dan dukungan kebijakan perdagangan,” jelasnya. (*) Albi Wahyudi/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU