Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Rencana Pemerintah Turunkan Harga Premium Dinilai Tepat

Ekonomi & Bisnis
26 Sep 2016
Rencana Pemerintah Turunkan Harga Premium Dinilai Tepat

 

Jakarta – Pemerintah berencana melakukan evaluasi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) premium. Rencana kebijakan ini dinilai positif oleh pengamat dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.

 

“Bagus kalau pemerintah akan mengevaluasi harga premium menjadi murah dan jangan dinaikkan.” ujar Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada hariansuaracom, Senin (26/9/2016).

 

Yusri menjelaskan jika Pertamina dinilai banyak melakukan efisiensi, semestinya berbanding lurus dengan harga BBM yang akan dinikmati rakyat. Apalagi harga BBM ini menyangkut kepentingan rakyat. Maka wajar kalau harus dikonsultasikan dan dibahas bersama DPR khususnya dengan Komisi VII DPR RI.

 

 “Hal itu wajar asalkan jangan menjadi forum deal transaksi yang terselubung,” imbuhnya.

 

Sementara, Yusri mengungkapkan aka nada manfaat terkait evaluasi BBM premium yaitu berdampak positif bagi transportasi umum buat kebutuhan masyarakat.

“Sudah pasti penurunan BBM akan berdampak positif bagi kemampuan keuangan rakyat yang pendapatan ekonominya rendah, dan bisa membuat harga transportasi menjadi murah dan harga kebutuhan pokok yang sangat diharapkan menjadi murah seperti yang diharapkan mayoritas rakyat,” katanya.

 

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Wiratmaja Puja siap melakukan evaluasi tiga bulan untuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Evaluasi ini akan menetapkan harga BBM pada 1 Oktober 2016.

 

Menurutnya, dengan melihat harga minyak dunia dan setelah melakukan perhitungan semua faktornya, maka harga BBM jenis premium turun dan solar naik pada 1 Oktober 2016.

 

"Rata-rata 3 bulan terakhir ada perubahan sedikit. Premium turun, solar naik,"ujarnya di Gedung DPR RI, beberapa waktu yang lalu.

 

Meski demikian, Wirat mengaku belum mengetahui berapa besaran harga perubahannya. Pasalnya, hal ini harus didiskusikan terlebih dahulu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan.

 

"Harga nanti kita diskusikan dulu ke Pak Menteri nanti kebijakannya seperti apa. Kisarannya antara Rp300 sampai Rp500 per liter. Itulah fluktuasinya. Naik turunnya rata-rata segitu," ujarnya.  (*)  Albi Wahyudi/Ikram Ramadhan

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X