Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bila Harga Premium Turun Dinilai Tak Akan Berpengaruh Terhadap Industri

Ekonomi & Bisnis
29 Sep 2016
Bila Harga Premium Turun Dinilai Tak Akan Berpengaruh Terhadap Industri

 

Jakarta -  Rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dinilai tak akan terlalu berpengaruh terhadap pasar. Namun, berbeda untuk perubahan kenaikan harga solar subsidi yang dapat berpengaruh terhadap industry.

 

Pengamat energi dari Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan penurunan harga BBM premium akan punya dampak berbeda jika disertai dengan kenaikan harga solar.

 

“Jadi dampak penurunan premium tak akan terlalu signifikan karena selama ini yang terjadi adalah jika harga BBM naik maka harga barang pasti akan naik.  Namun tidak sebaliknya jika harga BBM turun tidak diikuti penurunan harga barang,” kata Mamit Setiawan saat dihubungi, Kamis (29/9/2016).

 

Menurut  Mamit, hal yang berbeda pula jika pemerintah menaikkan harga solar yang juga bersamaan dengan penurunan harga premium di awal Oktober 2016. Sektor transportasi sangat berpengaruh terhadap solar.

 

“Yang jadi permasalahaan untuk solar karena penggunaan terbesar adalah sektor transportasi di mana jika ada kenaikan haga solar, maka secara otomatis akan ada penambahan beban operasional yang berakibat terjadinya kenaikan ongkos angkut,” ujarnya.

 

Dijelaskan Mamit, bila mengacu Permen ESDM No 39 Tahun 2015 dengan perhitungan rata-rata Indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

 

Berdasarkan acuan Permen ESDM No 39/2015 tersebut, maka dihitung dengan menggunakan formula  yang biasa digunakan. Menurut perhitungan Energy Watch, untuk MOPS plus alpha untuk premium daerah Jawa, Madura, Bali  dengan USD 51 per barel dan kurs Rp 13.100 maka harganya akan berada di Rp 6400 per liter.

 

Sedangkan, untuk di luar Jawa, Madura, Bali, di angka Rp 6.150. Saat ini harga Premium yang pemerintah tetapkan sebesar Rp 6.450 per liter dan luar daerah sekitar Rp. 6.550/ltr.

 

Mamit menjelaskan, dengan menggunakan perhitungan seperti itu, maka untuk harga Premium RON 88 bisa saja di turunkan sebesar Rp 300 per liternya. Sedangkan untuk Solar perhitungan MOPS 54 USD per barel dengan kurs Rp 13.100 maka harga indeks pasar (HIP)-nya adalah Rp 6.250.

 

“Jika pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 500 sesuai dengan hasil rapat APBN-P 2016 maka harga jual ke masyarakat adalah Rp 5.750. Saat ini harga Solar subsidi masih di harga Rp 5.150 per liter,” jelasnya.

 

Harga tersebut sudah termasuk PPn 10%, PPBKB 5% dan juga iuran BPH Migas 0.3% dari harga dasar. Berdasarkan perhitungan tersebut menurut Mamit, maka seharusnya harga solar mengalami kenaikan sebesar Rp 600 perliternya.

 

Mamit menambahkan,yang jadi permasalahaan untuk solar penggunaan terbesar di sektor transportasi.Maka, jika ada kenaikan haga solar maka secara otomatis akan ada penambahan beban operasional yang berakibat terjadinya kenaikan ongkos angkut.

 

“Hal ini jelas akan menyebabkan harga kebutuhan bahan pokok akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Belum lagi harga barang barang lain yang pasti akan tergerek naik sehubungan dengan kenaikan harga solar tersebut. Ongkos transportasi umum pasti akan mengalami kenaikan juga,” tuturnya.

 

“Jelas hal ini akan menambah beban hidup masyarakat kecil ditengah situasi ekonomi kita yang terus menurun. Hal ini bisa menyebabkan inflasi yang cukup tinggi dan akan berdampak dengan meningkatnya jumlah rakyat yang semakin tidak mampu,” imbuhnya.

 

Mamit mengakui, memang seharusnya Premium mengalami penurunan harga sebesar Rp 300 per liter. Namun, penuruan tersebut tidak akan berdampak terhadap penuruan harga barang dan kebutuhan pokok.

 

Saat ini justru terjadi trend penurunan pengguna premium yang beralih ke pertalite dan pertamax. Kedua pengguna BBM non subsidii tu sudah 45% dari total konsumsi gasoline.  (*)  Albi Wahyudi

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X