
Jakarta - Anggota DPR Ecky Awal Mucharam mengingatkan pemerintah akan kondisi kesehatan fiskal APBN 2016. Menurutnya, kondisi kesehatan fiskal agak mengkhawatirkan karena pada akhir Agustus, realisasi keseimbangan primer sudah tembus ke angka negatif.“Saat ini kondisi fiskal kita agak mengkhawatirkan per akhir Agustus keseimbangan primer sudah tembus ke angka negatif Rp145,8 T. Realisasi ini sudah lebih tinggi dari proyeksi keseimbangan primer dalam APBN-P 2016 sebesar minus Rp105,5 T, ” ujar Ecky, dalam keterangannya, Minggu (9/10/2016).Dijelaskan Ecky, keseimbangan primer adalah total penerimaan dikurangi belanja negara yang tidak termasuk pembayaran cicilan utang dan bunganya. Hal ini menjadi indikator yang tepat untuk menilai kesehatan keuangan negara. Pasalnya, hal ini menunjukan kemampuan negara dapat membiayai sendiri pengeluarannya. "Keseimbangan primer yang negatif berarti juga kita hanya bertahan dari utang yang satu ke utang yang lain, tetapi lambat laun kemampuan kita melunasi utang makin menurun,” jelas politikus PKS itu.Ecky menambahkan kesehatan keuangan negara di era Jokowi hingga saat ini masih memprihatinkan. Sebagai catatan, keseimbangan primer pada periode yang sama dua tahun sebelumnya adalah sebesar minus Rp20,8 T di 2014 dan minus 89,3 T di 2015. Trennya terus memburuk.Dia yakin masalah ini bisa diatasi dengan tim ekonomi Kabinet Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla."Saya yakin bahwa tim ekonomi yang baru dalam kabinet dapat memutus tren negatif ini. Kuncinya APBN harus direncanakan dengan lebih realistis. Sisi belanja dikelola dengan pruden, prioritaskan pengeluaran yang produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Sementara sumber pendapatan negara lebih dioptimalkan." sebut Anggota Komisi XI itu. (*) Albi Wahyudi/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU