Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pelaku Usaha Mebel Harus Terus Berinovasi Agar Pasar Ekspor Meningkat

Ekonomi & Bisnis
13 Oct 2016
Pelaku Usaha Mebel Harus Terus Berinovasi Agar Pasar Ekspor Meningkat

 

Jakarta – Para pelaku industri mebel dan kerajinan di Indonesia diharapkan terus berinovasi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas. Imbauan ini agar bisa meningkatkan nilai jual produk, tak hanya di pasar dalam negeri tetapi juga ekspor.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Promosi & Pemasaran Himpunan Industri Mebel & Kerajinan Indonesia (HIMKI), Bernardus Arwin.

Menurut Arwin, pasar ekspor produk mebel dan kerajinan Indonesia masih terbuka lebar. Ia mengatakan Indonesia memiliki banyak keunikan budaya yang bisa menjadi inspirasi bagi inovasi di bidang mebel dan industri.

Untuk skala global, pasar ekspor Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Dalam lima tahun terakhir, nilai pasar ekspor produk mebel Indonesia berada di kisaran 2 miliar dolar Amerika per tahun.

Sementara nilai pasar mebel dunia pada 2015 mencapai 241 miliar dolar Amerika. China menjadi negara pengekspor mebel terbesar di dunia dengan nilai ekspor mencapai US$98,7 miliar. Untuk ukuran Asia, Indonesia masih di bawah Malaysia dan Vietnam.

“Saat ini, nilai ekspor kita masih jauh tertinggal dibanding negara lain. Bahkan kita tidak masuk dalam jajaran 10 besar negara pengekspor mebel dunia. Di Asia sendiri kita masih berada di bawah Malaysia dan Vietnam," kata Bernardus Arwin di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, Vietnam termasuk pemain baru karena 10 tahun lalu nilai ekspor baru mencapai 20 juta dolar AS. Tapi saat ini, vietnam berhasil menempati posisi 7 besar dunia dengan nilai ekspor mencapai 7,6 miliar dolar Amerika,” ujarnya. 

Maka, ia pun sangat berharap para pelaku industri mebel di Indonesia bisa terus meningkatkan produksi dengan produk berkualitas dengan standar internasional, termasuk dalam hal sertifikasi.

Untuk lebih memperkenalkan produk Indonesia ke pasar ekspor dunia, saat ini HIMKI menggelar pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional, Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perhelatan IFEX pada 2017 akan kembali diadakan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. IFEX 2017 rencananya akan dihelat pada 11 – 14 Maret 2017 dan masih mengusung tema yang sama dengan tema sebelumnya, The Essence of Infinite Innovation.

Booth IFEX menjadi salah satu peserta kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 yang digelar Kementerian Perdagangan Indonesia. IFEX ikut meramaikan kegiatan ini sebagai peserta sekaligus sebagai ajang mempromosikan IFEX kepada para pelaku industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Kehadiran booth IFEX di acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 juga menjadi salah satu bagian dari upaya menarik pelaku industri mebel dan kerajinan untuk berpartisipasi dalam IFEX 2017.

Booth IFEX pada cara TEI 2016 berada di Hall B yang khusus menampilkan para pemain industri furnitur Indonesia.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk mempromosikan IFEX kepada teman-teman pelaku industri mebel dan kerajinan. Kami ingin mengajak mereka untuk membuka diri lebih luas lagi ke pasar internasional,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi & Hubungan Antar Lembaga HIMKI, Abdul Sobur. (*)   Albi Wahyudi

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X