
Jakarta - PT PLN (Persero) menargetkan program 35.000 MW dalam 4 tahun ke depan mencapai 48 persen. Program tersebut salah satu program unggulan dalam rangka mencapai tujuan nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan dalam proyek 35.000 MW, pengadaan untuk menyatukan data harga sudah dilakukan.
“Progress 48% karena apa? Pemerintah menyatukan data harga dalam pengadaan. Jadi pengadaan pembesian beres semua. Sekian juta ton dalam 4 tahun ke depan,” ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dalam keterangannya, Selasa (1/11/2016).
Sofyan berharap pemerintah daerah (Pemda) dapat bekerjasama untuk mendapatkan izin pembebasan lahan yang kontraktor kerjakan. Misalkan pengerjaan pembangunan pembangkit listrik, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan akses listrik.
“Bebaskan lahan kontraktor passthru. Ini menyebabkan percepatan-percepatan. Ini beberapa pemda saya memujinya. Antusiasme mereka (Pemda). Mereka mengetahui listrik untuk rakyat,” ujar Sofyan.
Untuk penyediaan pembangkit listrik, menurut Sofyan, progressnya sudah mencapai 41%. Setiap perencanaan akan memerlukan perkembangan proses.
"Di satu pihak, project ada konstruksi dan engineeringnya, baru dia pesen ke pabrik. Sisanya kondisinya. Kalau sudah konstruksi dan tanda tangan kontrak beres, tinggal nunggu dibangun. Bukan semata-mata bukan financial saja tetapi proses ini juga,” tutur Sofyan.
Saat ini, lanjut Sofyan, financial close sudah mencapai 5 ribu MW. “Mudah-mudahaan dapatsuku bunga tetap (fixed rate). Sebenarnya yg tidak memerlukan itu sudah ada financial close. Targetnya Desember selesai. Tinggal menunggu dari Kemenkeu,” ungkapnya.
Pihaknya juga masih akan menambah 12 ribu MW untuk pengadaan. Dari perusahaan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sebesar 22 ribu MW. Hampir semua (Independent Power Producer/IPP) sudah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) .
“Sebagian dikurangi EBT dan PLTU Mulut tambang. Dari Januari-September sebesar 7000 MW. Di Sumatra Selatan (Sumsel) masuk 8 unit dari 35 GW. Sumsel 9 dan 10 nggak masuk,” ujarnya. (*) Albi Wahyudi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU