
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2016 sebesar 5,02 persen. Namun pertumbuhan ekonomi nasional ini melambat dibanding triwulan II-2016 yang tumbuh 5,19 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional hingga kuartal III tercatat 5,04%. “Sudah cukup bagus, namun masih harus ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (7/11/2016).
Suhariyanto menjelaskan, ada beberapa alasan yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional melambat yakni kondisi ekonomi dunia pada kuartal III masih belum stabil dengan tingkat pertumbuhan yang tidak merata. "Ekonomi beberapa negara mitra dagang, sebagian besar tumbuh melambat di kuartal III," imbuhnya.
Sebagai contoh lanjut Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi di beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia masih bervariasi misalnya, China stagnan 6,7 %. Pertumbuhan ekonomi Singapura melambat dari 2 % menjadi 0,6 %.
Sedangkan ekonomi Korea selatan juga melambat dari 3,3 persen menjadi 2,7 %, serta ekonomi adidaya Amerika Serikat saat ini menguat dari 1,3% menjadi 1,5%.
BPS juga mencatat bahwa ada pengaruh inflasi sebesar 0,90 persen. Namun jika dibandingkan dengan September 2015, inflasi terjadi sebesar 3,07 persen. (*) Albi Wahyudi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU