
Jakarta – PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya)memberikan layanan kejar target tanpa Genset, yakni dengan mendorong penyiapan sebuah perangkat yang berfungsi menghasilkan daya listrik dengan alat yang bernama ‘Power Bank’.
“Kita ingin mengenalkan sesuatu yang baru dengan penyediaan Power Bank dan tinggalkan Genset, untuk apa ?. Ini solusi ekspress untuk kebutuhan listrik. Penyebutan nama Power Bank ini terinspirasi dari alat charger untuk ponsel,” ujar General Manager PLN Disjaya Syamsul Huda di Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Menurut Syamsul, Power Bank yang memiliki daya 250 kilo Volt Amper (kVA) serta kelipatannya itu bisa dikatakan solusi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan saat belum terpasang setrum, dan dapat digunakan untuk kegiatan konstruksi bangunan, event-event dan kegiatan yang bersifat temporer.
“Kenapa Power Bank ? Ini lebih murah, cepat, tidak menggunakan bahan bakar, tidak bising, bersih dan ramah lingkungan, serta tidak repot. Dengan express power service, ini solusi sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur Syamsul.
Syamsul menjelaskan, dengan menggunakan Power Bank, masyarakat dapat memanfaatkannya dengan cukup menghubungi PLN. Apalagi masyarakat tidak dikenakan biaya sewa melainkan hanya membayar tarif listrik sesuai penggunaan.
“Power Bank sangat mudah dan biayanya relatif lebih murah yaitu sebesar Rp1.560-1.650 per kWh. Sementara genset, tarifnya saat ini Rp2.500-2.600 per kWh,” pungkasnya. (*) Albi Wahyudi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU