Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pemerintah Bakal Hapus Subsidi Listrik untuk 18,7 Juta Pelanggan

Ekonomi & Bisnis
19 Nov 2016
Pemerintah Bakal Hapus Subsidi Listrik untuk 18,7 Juta Pelanggan

 

Jakarta – Pemerintah berencana akan menghapus subsidi tarif listrik untuk  18,7 juta pelanggan dari total penerima subsidi tahun 2016 sebanyak 45,1 juta pelanggan. Kebijakan ini menyesuaikan penghematan APBN.

 

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman mengatakan penghapusan subsidi ini tak berlaku untuk pelanggan 900 VA. Pelanggan kategori ini tetap mendapat subsidi listrik.

 

Dijelaskan Jarman bila skema kenaikan tarif listrik secara bertahap untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016. Kenaikan tarif akan terjadi di bulan Januari, Maret, dan Mei 2017, naik sekitar 30% di setiap tahap. 

 

“Kenaikan akan kita lakukan secara bertahap sebanyak 3 kali sampai Juni. Jadi tidak sampai akhir tahun, karena kondisinya supaya tidak bersamaan karena ada lebaran di Juli,” ujar Jarman di Jakarta, Jumat (18/11/2016), kemarin.

 

Dengan pengurangan subsidi listrik terhadap pelanggan 900 VA ini, maka kebutuhan subsidi listrik menurun dari Rp 65,15 triliun pada tahun ini menjadi Rp 44,98 triliun pada 2017.

 

 “Jadi tahun depan ada penghematan sekitar Rp 20 triliun,” ungkap Jarman. 

 

Jarman menambahkan anggaran hasil penghematan dari subsidi listrik ini akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah. Dana Rp 20 triliun itu bisa dialihkan ke program-program pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Salah satunya dengan melistriki daerah-daerah terpencil yang selama ini belum teraliri listrik. 

 

Lebih lanjut , kata dia, ke depan pembangunan infrastruktur kelistrikan akan membutuhkan anggaran makin besar. Pasalnya,  kota-kota besar sudah terlistriki. Sementara, elektrifikasi sekarang mengarah ke pedalaman. 

 

Agar target rasio elektrifikasi sebesar 97% pada 2019 dapat tercapai, infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil, terluar, dan terisolasi harus segera dibangun. Namun, upaya ini butuh dana besar. Maka, subsidi yang tidak tepat sasaran harus dicabut demi menerangi listrik di daerah.

 

“Tentunya untuk listrik kita punya target tahun 2019 harus sebesar 97%, sekarang pertengahan tahun 2016 kita sudah menghitung 89,5% berarti dalam tempo 3,5 tahun kita harus meningkatkan rasio elektrifikasi 7,5%,” jelasnya.  (*)   Albi Wahyudi

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X