Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kemenperin Pacu Penumbuhan IKM Fesyen Muslim

Ekonomi & Bisnis
15 Jun 2016
Kemenperin Pacu Penumbuhan IKM Fesyen Muslim

Jakarta - Fesyen Indonesia saat ini masih menjadi andalan untuk mengangkat citra Nusantara di mata dunia, termasuk melalui fesyen muslim. Apalagi Indonesia telah memancangkan tahun 2020 sebagai pusat mode fesyen hijab dunia.

 

“Dari 750 ribu industri kecil dan menengah (IKM) sandang yang ada di Indonesia, 30 persennya merupakan industri fesyen muslim,” kata Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa, (14/6/2016).

 

Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus memacu penumbuhan wirausaha baru IKM fesyen muslim sampai ke pelosok daerah. Upaya yang telah dilakukan, antara lain melalui program bimbingan teknik, dampingan tenaga ahli, serta bantuan mesin dan peralatan.

 

“Dengan demikian, kami berharap seluruh wanita yaitu Muslimah Indonesia di Nusantara dapat mengambil kesempatan untuk wirausaha agar dapat menjadi bagian dalam peningkatan kesejahteraan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” tutur Euis.

 

Jika hal tersebut berjalan seiringan, bukan tidak mungkin pelaku IKM fesyen muslim akan terangkat ekonominya sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia karena busana muslim mampu menggebrak tren fesyen dunia dengan berbagai macam modenya.

 

“Kesadaran akan Islam di kelas menengah, juga menjadikan banyak kalangan menyesuaikan gaya hidup modern dengan tradisi Islam. Hal ini menjadi rangsangan tersendiri bagi tumbuhnya perdagangan busana muslim di ranah global,” paparnya. Bahkan, tidak hanya di dunia Islam, pertumbuhan pasar busana muslim juga telah menyebar luas ke Eropa.

 

Dalam upaya memajukan industri nasional, Euis mengimbau kepada masyarakat luas agar mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. “Ini merupakan suatu keharusan. Bila tidak, bangsa ini tidak akan maju karena tanpa cinta buatan dalam negeri dampaknya produk industri kita tidak lagi dapat bersaing di segmen besar ataupun menengah,” tegasnya.

 

Dengan besarnya jumlah penduduk di Indonesia, semestinya menjadi peluang dan potensi pasar yang besar bagi industri nasional. “Apabila faktor ini tidak dikelola dengan baik, nantinya menjadi ajang bebasnya barang impor dari berbagai negara di dalam negeri,” ungkapnya. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dari semua pihak terkait agar dapat menjadikan produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X