Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pertamina Percepat Pengoperasian PLTP Lahendong

Ekonomi & Bisnis
28 Nov 2016
Pertamina Percepat Pengoperasian PLTP Lahendong

 

 

Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy, sukses melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan PLTP Lahendong. Pembangunan unit 5 dan 6 total proyek ini dibangun dengan nilai investasi 228,7 juta dolar AS.Project PLTP Lahendong Unit 5 & 6 dimulai September 2012. Pembangunan ini dilakukan dengan pengadaan lahan dan disusul dengan penandatangan kontrak engineering, procurement, construction, commissioning (EPCC).Adapun PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 berkapasitas 2x20 MW per 1 Desember 2014.Sementara, Commercial operation date (COD) PLTP Lahendong Unit-5 berhasil dimulai pada 15 September 2016, atau 107 tujuh hari lebih cepat dari perencanaan awal pada 26 Desember 2016.Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menjelaskan ‎Untuk PLTP Lahendong Unit 6 diharapkan selesai bulan depan. Penyelesaian ini diharapkan sebagai hadiah ulang tahun perusahaan migas pelat merah tersebut.Menurutnya,‎ jika target tersebut tercapai, jauh lebih cepat dari rencana COD yang semula diharapkan pada Juni 2017.PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 merupakan PLTP milik Pertamina Geothermal Energy yang ke-4 dan ke-5, yang dibangun dengan pola total project, setelah PLTP Kamojang Unit-4, Kamojang Unit-5, dan Ulubelu Unit-3.Dalam proyek ini, dilaksanakan Pertamina Geothermal Energy mulai dari tahapan eksplorasi dan pengembangan lapangan uap hingga pembangunan dan pengoperasian PLTP. Setelah itu, listriknya dijual kepada PT PLN (Persero) dan didistribusikan kepada masyarakat konsumen.Pada Jumat (26/11), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meninjau kemajuan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project tersebut. Jonan didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, dan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Irfan Zainuddin.Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menambahkan apresiasinya Pertamina Geothermal Energy yang mampu menuntaskan proyek jauh lebih cepat dari target sekaligus membuktikan kemampuan dan kompetensi para pekerja dalam menuntaskan proyek penting tersebut. Menurut dia, kemapanan kompetensi pekerja Pertamina Geothermal Energy dalam melakukan pengawasan proyek menjadi faktor utama bagi keberhasilan proyek ini.“Penyelesaian proyek ini dengan lebih cepat dari target menunjukkan bahwa para pekerja Pertamina Geothermal Energy sangat menguasai kompetensinya secara komprehensif," tuturnya.Sekedar informasi, listrik yang dihasilkan dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project akan masuk ke dalam sistem grid SULUTENGGO (Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo) yang daya mampunya mencapai 320 MW dan kebutuhan listrik sebesar 340 MW. Apabila seluruh pembangkit dapat beroperasi normal, panas bumi di Lahendong dapat berkontribusi sekitar 120 MW pada saat PLTP Lahendong Unit 6 mulai beroperasi Desember 2016.“Dengan demikian keberadaan kedua PLTP ini penting artinya bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan elektrifikasi di daerah yang pada akhirnya dapat menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Syamsu.

Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Lahendong terbagi dalam dua blok yaitu Blok Lahendong Existing yang terletak dalam Wilayah Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa dan Blok Tompaso yan terletak dalam Wilayah Kabupaten Minahasa Induk.Sejak pengeboran pertama oleh Pertamina pada 1982 hingga Oktober 2016 telah dihasilkan 51 sumur panas bumi untuk Blok Lahendong dan Blok Tompaso.Blok Lahendong Existing luasnya sekitar 14 km persegi dengan potensi pengembangan diprediksi hingga 150 MW. Untuk memasok kebutuhan PLTP Unit 1-4 milik PLN dengan total kapasitas terpasang 80 MW, Pertamina Geothermal Energy telah mengoperasikan 37 sumur.Adapun, Blok Tompaso seluas 28 km persegi, saat ini sudah tersedia sekitar 44,5 MW di kepala sumur dan sudah dibangkitkan 20 MW untuk PLTP Unit 5 mulai 15 September 2016 dan segera menyusul pembangkitan 20 MW untuk PLTP Unit 6. Untuk mendukung dua unit tersebut sudah 14 sumur yang dibor 14.  (*)  Ikram Ramadhan

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X