
Jakarta - Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri, Universitas Padjajaran ingin memberikan kontribusi terhadap industri energi dan energi terbarukan. Upaya ini dengan menggelar forum acara terkait pemanfaatan enegi alternatif untuk mendukung re-industrialisasi yang dipelopori program studi Dotor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjajaran (DIM UNPAD)."Kemarin Presiden Joko Widodo mengangkat soal energi yang masih jadi persoalan. Kami membuat diskusi ini untuk mencari jalan keluar mengenai masalah energi," kata Ketua Program Studi DIM FEB Unpad, Ina Primiana, dalam keterangannya, Senin (5/12/206).Hal ini disampaikan dalam acara Doctorate Business Issue (Dorbis) Executive Forum 2016 dengan tema "Pemanfaatan Energi Alternatif untuk Mendukung Re-Industrialisasi" di Bandung, Sabtu (3/12).Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Hendra Iswahyud, Direktur Utama PT. Tirta Gemah Ripah, Emryas Imsak Soelaiman, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, Arif Budisusilo, dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Dharma.Ina mengatakan saat ini Indonesia menjadi negara terbesar dalam kebutuhan energi di Asia Tenggara yang mencapai 44% dari total kebutuhan energi. Kemudian, disusul Malaysia 23% dan Thailand 20%. Jumlah ini akan terus bertambah sampai dengan 80% di tahun 2030."Indonesia memerlukan suatu solusi untuk mengantisipasi kelangkaan sumber energi dengan menciptakan energi alternatif untuk bisa dimanfaatkan industri kita. Dan penciptaan energi alternatif ini bisa dimulai dari perguruan tinggi sebagai salah satu unsur utama dalam menggali, meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan," ujarnya. Dia berharap dengan adanya DORBIS Executive Forum ini bisa menciptakan sinergi antar berbagai elemen untuk sosialisasi dan pengembangan teknologi terhadap energi terbarukan.
Elemen Perguruan Tinggi sebagai salah satu unsur utama dalam menggali, meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan tentu memiliki tanggungjawab berkontribusi. Kontribusi ini dengan memberikan solusi berupa hasil penelitian sehingga dapat digunakan industri sebagai produksi oleh masyarakat.Sementara itu, Hendra Iswahyudi yang menjadi keynote speaker mewakili Wamen ESDM Archandra Tahar menegaskan bahwa terminologi energi alternatif saat ini tak digunakan lagi. Namun, energi baru terbarukan lah yang menjadi arus utama saat ini. Dia pun mengapreasiasi langkah Prodi DIM FEB Unpad yang menggelar Seminar ini. Adapun Rektor Universitas Padjajaran, Tri Hanggono Ahmad mengatakan seminar ini dilaksanakan untuk mengkaji dan membahas pemanfaatan energi alternatif dalam mendukung re-industrialisasi nasional dan mencari solusi alternatif dalam pemanfaatan energi alternatif."Konteksnya bagaimana kegiatan yang kita lakukan bisa memberika kemaslahatan kepada masyarakat dengan kekuatan akademik," kata Tri. Dia mengatakan, tema energi yang dipilih karena saat ini sedang update dibicarakan. Mengingat, Indonesia memutuskan untuk keluar dari keanggotaan OPEC. "Sehingga perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk memikirkan strategi lain untuk masalah energi ini. Untuk itu, penguasaan teknologi harus terbangun dengan baik melalui sumber daya manusianya dan peran perguruan tinggi yang harus diperkuat," kata Tri. (*) Ikram Ramadhan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU