
Jakarta -Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) optimis industri mebel dan kerajinan Indonesia bisa terus tumbuh dan memberikan berkontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara. Faktor pendukungnya karena industri sektor ini terus menggeliat menunjukkan perkembangan dan inovasinya kepada dunia internasional.
Ketua Umum HIMKI Soenoto mengungkapkan rasa optimis tahun ini pertumbuhan industri mebel bisa mencapai 10 persen.
“Ekspor mebel dan kerajinan Indonesia terbesar adalah Amerika Serikat dan Eropa. Namun, kami terus memperluas pasar ekspor baru antara lain Cina, Timur Tengah, dan Afrika. Pasar baru di daerah tersebut diharapkan mampu mendorong target ekspor mebel Indonesia sebesar 5 miliar dolar AS pada tahun 2019,” kata Soenoto di Jakarta, Senin (5/12/2016).
Pasar mebel dunia saat ini nilainya mencapai 141 miliar dolar AS. Indonesia baru menyumbang 1,5% dari pasar dunia tersebut atau baru senilai 1,902 miliar dolar AS. Tentu ini merupakan peluang yang harus didukung semua pelaku industri termasuk pemerintah dalam penetapan regulasi yang mendukung industri mebel dan kerajinan tanah air.
“Apalagi sumber daya manusia yang besar di negara kita merupakan salah satu modal selain sumber daya alam. Industri ini sendiri mampu menyerap 2,5 juta orang tenaga kerja langsung dan tak langsung,” tuturnya.
Salah satu program unggulan HIMKI untuk mempromosikan mebel dan kerajinan Indonesia ke pasar internasional adalah melalui pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX). Pameran ini merupakan salah satu pameran business to business terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Adapun IFEX akan digelar pada 11-14 Maret 2017 mendatang di JIExpo Kemayoran dengan tema “The Essence of Infinite Innovation”.
IFEX juga mendapatkan dukungan dari empat Kementerian yaitu Kementerian perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Mengenah, serta Kementerian kehutanan dan Lingkungan Hidup.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi & Hubungan Antar Lembaga HIMKI, Abdul Sobur menjelaskan IFEX telah berperan mendorong peningkatan nilai ekspor.
Selain itu, melalui pameran ini, diharapkan menjadi pendorong bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan inovasi dan kreativitas agar dapat menghasilkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah.
Kemudian, membangun reputasi positif Indonesia sebagai produsen mebel dan kerajinan berkualitas di dunia internaional.
Pameran ini akan mempertemuan para produsen mebel dan kerajinan lokal dengan ribuan buyer, distributor, serta agen dari berbagai belahan dunia mulai dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia, dan Asia.
Mebel dan kerajinan tangan bahan rotan menjadi salah satu produk yang diunggulkan dalam setiap perhelatan IFEX. Produk rotan Indonesia merupakan produk alami dan ramah lingkungan dan memiliki keunikan tersendiri yang merupakan hasil dari keterampilan para perajin sehingga produk rotan Indonesia menjadi barang mewah dan sangat diminati konsumen di kawasan Eropa, Amerika, dan Asia-Afrika.
Peluang untuk mengangkat produk rotan masih sangat besar. Ini bisa menjadi salah satu unggulan produk mebel dan kerajinan Indonesia selain yang berbahan baku kayu serta bambu.
Indonesia merupakan penghasil terbesar bahan baku rotan dunia yaitu 85%, sisanya 15% dihasilkan Filipina, Vietnam, serta beberapa negara Asia lain. Potensi rotan Indonesia saat ini mencapai sekitar 622.000 ton per tahun, dengan banyaknya jenis rotan mencapai 350 spesies.
Daerah penghasil rotan terbesar di tanah air berada di pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Sedangkan sentra industri hilir rotan banyak berada di daerah Cirebon, Surabaya, Sudoarjo, Gresik, Jepara, Kudus, Semarang, Sukoharjo, dan Yogyakarta. (*) Albi Wahyudi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU