Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Ramadan Tumbuhkan Wirausaha Baru IKM

Ekonomi & Bisnis
29 Jun 2016
Ramadan Tumbuhkan Wirausaha Baru IKM

 

Jakarta - Bulan Ramadan menjadi momen penting dalam melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang kreatif dan inovatif. “Di bulan Ramadan menjadi fenomena tersendiri, dimana masyarakat banyak yang berjualan seperti makanan, minuman, pakaian, alas kaki dan kebutuhan lainnya,” tutur Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah,  seperti dikutip dari siaran pers Kemenperin, Rabu, (29/6/2016).

 

Disampaikannya, pemerintah bertekad menumbuhkan wirausaha baru sebanyak 20.000 industri kecil dan 4.500 industri menengah hingga tahun 2019. Sedangkan tahun ini ditargetkan sebanyak 2.000 industri kecil. Euis pun menegaskan, pihaknya terus mendorong pengembangan IKM dalam negeri agar mampu berdaya saing di pasar domestik dan global. Adapun strateginya, yaitu dengan empat langkah ditambah satu.

 

“Pertama, penguatan keterampilan atau kompetensi para perajin. Kedua, memfasilitasi teknis produksi dengan mengoptimalkan peralatan. Ketiga, menguatkan adanya standardisasi. Dan, keempat, melindungi karya mereka dengan hak kekayaan intelektual. Serta, ditambahkan satu dengan penguatan pasar melalui keikutsertaan pada berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri,” paparnya.

 

Oleh karena itu, Euis memberikan apresiasi kepada Ikatan Kartini Profesional Indonesia (IKAPRI) yang turut bekerjasama dalam penyelenggaraan Gelar Karya Kartini Profesional Indonesia 2016 yang berlangsung selama 28 Juni – 1 Juli 2016. Pameran ini menampilkan berbagai produk unggulan IKM binaan IKAPRI, diantaranya produk fesyen dan aksesoris, aneka kerajinan, serta makanan dan minuman.

 

“Saya mengharapkan kepada binaan IKM dari IKAPRI dapat terus berkreasi serta menciptakan produk-produk yang unggul, serta harga yang relevan dan selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas,” ujar Euis. Di samping itu, melalui pameran ini diharapkan juga dapat memberikan motivasi dan bekal kepada peserta ataupun perajin IKM binaan IKAPRI untuk menjadi wirausahayang tangguh, profesional, kreatif dan inovatif sehingga mendorong pertumbuhan, penguatan dan peningkatan daya saing industri nasional di tingkat global.

 

Euis menambahkan, pemerintah telah melakukan beberapa penyelarasan kebijakan dalam mengendalikan inflasi untuk menekan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran. Kebijakan tersebut, diantaranya peningkatan alokasi anggaran dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, dan mendukung kelancaran arus distribusi bahan kebutuhan pokok dan barang strategis.

 

“Selain itu juga dilakukan operasi pasar karena hal ini baik langsung ataupun tidak langsung dapat menekan harga inflasi yang selalu berkaitan dengan harga kebutuhan barang komoditi di bulan Ramadan,” ujarnya.

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X