Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Indonesia dan Selandia Baru Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan Panas Bumi dan EBT

Ekonomi & Bisnis
19 Jul 2016
Indonesia dan Selandia Baru Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan Panas Bumi dan EBT

 

Jakarta - Untuk meningkatkan kerja sama antar pemerintah dan memfasilitasi sektor swasta dalam pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said  menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) di bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Todd Mcclay, pada Senin, (18/7/2016).

 

 “Sebagai negara yang telah menerapkan prinsip efisiensi energi dengan sumber listrik yang lebih dari 80 persennya berasal dari sumber energi terbarukan, antara lain panas bumi, hydropower, dan tenaga angin, Selandia Baru akan menjadi mitra strategis dalam percepatan pengembangan EBTKE di Indonesia, terutama panas bumi,” tutur Menteri Sudirman Said dilansir  dari siaran pers ESDM.

 

Saat ini potensi EBT di Indonesia adalah sekitar 801.2 GW, namun pemanfaatannya baru mencapai 8.66 GW, atau sekitar 1 persen dari total potensi yang ada. Adanya kerja sama hari ini diharapkan dapat mendukung percepatan pengembangan EBTKE, khususnya panas bumi, termasuk dalam memenuhi target kelistrikan 35 ribu MW.

 

Kerja sama yang disepakati mencakup pertukaran informasi dan pembelajaran dalam penerapan regulasi dan pengembangan EBTKEBantuan teknis dan peningkatan kapasitas untuk memfasilitasi peningkatan produksi EBT, terutama panas bumi, termasuk penyediaan dukungan berbasis komersial. Studi pasca sarjana dan pelatihan kejuruan jangka pendek dalam bidang EBTKE, termasuk melalui program beasiswa Selandia Baru dan ASEA, dan program Penganugerahan Pelatihan Jangka Pendek

 

Dan penyelenggaraan simposium, konferensi, lokakarya, dan seminar; pelatihan bersama, termasuk pengembangan modul pelatihan, dan kegiatan pelatihan dan pengembangan, termasuk pertukaran informasi ilmiah dan teknis

 

Pelibatan sektor swasta Indonesia dan Selandia Baru dalam pengembangan EBTKE, terutama inisiatif yang mendukung percepatan pengembangan EBTKE di kedua negara

Sebelumnya, Indonesia dan Selandia Baru telah menjalin kerja sama di sektor energi, khususnya panas bumi, yaitu kerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam memberikan asistensi teknis untuk peningkatan kapasitas, kerja sama antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan New Zealand Joint Geothermal Courses dalam mengembangkan 10 modul pelatihan, serta kerja sama dengan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) dalam peningkatan kapasitas dan pertukaran tenaga ahli.  

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X