
Jakarta - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Steven Ciobo secara resmi menerima laporan dan rekomendasi perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) dari Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA BPG) di Jakarta, kemarin, Selasa (2/8/2016).
Laporan dan rekomendasi tersebut akan menjadi bahan bagi Tim Perunding IA CEPA dan dapat mempermudah dalam menggali potensi kerjasama kedua negara di berbagai sektor. Mendag Enggartiasto Lukita mengapresiasi laporan IA BPG ini.
“Kami sangat mengapresiasi IA BPG yang telah merekomendasikan perlu dibentuknya kerja sama yang lebih mendalam antara kedua negara yang menyangkut bidang perdagangan barang, jasa, investasi, kerja sama ekonomi, dan pergerakan orang-perseorangan,” ujar Mendag Enggar dilansir dari siaran pers Kemendag hari ini.
Sejak diaktifkannya kembali Perundingan IA CEPA pada Maret 2016, IA BPG kembali berperan serta mendukung perundingan IA CEPA melalui penyusunan laporan dan rekomendasi tahap II. Laporan dan rekomendasi tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi yang telah disampaikan pada 2012, yang berisi sebanyak 75 rekomendasi dengan memprioritaskan sejumlah sektor yang berpotensi untuk dapat segera dikerjasamakan kedua negara. Sektor tersebut antara lain pariwisata dan hospitality, pendidikan dan pelatihan, ketahanan pangan dan pasokan pangan global, kesehatan, ekonomi digital, e-commerce dan industri kreatif, serta infrastruktur dan energi.
Mendag Enggar menjelaskan, IA BPG telah merekomendasikan adanya kebijakan perdagangan yang dapat mendukung peningkatan perdagangan bilateral kedua negara. Selain itu, IA BPG juga sangat mendukung dihapuskannya hambatan-hambatan perdagangan yang berpotensi memperlambat kinerja perdagangan kedua negara, baik di bidang perdagangan barang maupun perdagangan jasa. Dengan demikian, IA BPG sangat mengharapkan laporan dan rekomendasi ini dapat menjadi perhatian Tim Perunding untuk memformulasikan perjanjian perdagangan kedua negara yang modern dan ‘go far beyond on traditional FTA/CEPA’.
“IA CEPA merupakan bentuk kerja sama ekonomi komprehensif yang unik dan modern yang sifatnya bukan traditional FTA/CEPA, saling menguntungkan, win-win arrangement, dan dapat dicapai secara realistis dengan menjajaki potensi kerja sama yang dapat segera diimplementasikan,” tambah Mendag Enggar.
Sifat unik dari IA CEPA, lanjut Enggar, adalah adanya potensi kerja sama yang sifatnya dapat segera diimplementasikan Indonesia dan Australia tanpa menunggu penyelesaian perundingan. Hal inilah yang memperkuat dan memicu kedua negara untuk saling mendukung dalam mempererat kerja sama ekonomi yang lebih mendalam serta mendukung penyelesaikan perundingan IA CEPA pada 2017.
Sementara itu, Mendag Australia, Steven Ciobo juga menegaskan bahwa penting bagi Tim Perunding IA CEPA memperhatikan rekomendasi IA BPG. “Sangat penting adanya pembahasan lebih lanjut dari Tim Perunding dari kedua negara untuk mempertimbangkan hal-hal yang menjadi saran dan rekomendasi dari IA BPG,” ujarnya.
Beberapa potensi kerja sama yang dapat segera diimplementasikan dalam kerangka IA CEPA meliputi kerja sama di bidang skilled workers and vocational, financial services, red meat and cattle, agriculture, infrastructrure. Kerja sama di bidang industri ekonomi kreatif, seperti fashion and jewellery design, kerja sama di bidang herbal products and services, serta kerja sama lainnya yang saat ini sedang dilakukan pembahasan lebih lanjut.
Perundingan IA CEPA sudah melewati perundingan ke-3 yang telah dilaksanakan pada 2-4 Mei 2016 di Yogyakarta. Saat ini, kedua negara sedang mempersiapkan perundingan berikutnya yang akan dilaksanakan pada 23 -26 Agustus 2016 di Australia.
Dengan adanya rekomendasi yang dihasilkan IA BPG, Menteri Perdagangan dari kedua negara mengharapkan agar Tim Perunding dari kedua negara dapat menghasilkan capaian atau kesepakatan pada beberapa isu cakupan IA CEPA pada perundingan mendatang, sehingga dapat perundingan IA CEPA dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang disepakati.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU