Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menuju Integrasi Ekonomi 2025, ASEAN Sepakati Lima Inisiatif Penting

Ekonomi & Bisnis
05 Aug 2016
Menuju Integrasi Ekonomi 2025, ASEAN Sepakati Lima Inisiatif Penting

 

Jakarta  -  Para Menteri Ekonomi ASEAN sepakat mengesahkan Lima inisiatif ASEAN di masa Keketuaan Laos pada tahun 2016. Kesepakatan ini dilakukan dalam pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-48 di Vientiane, Laos. Keputusan para Menteri ini makin mempertegas komitmen ASEAN menuju integrasi ekonomi regional di bawah Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025.

 

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, saat mewakili Menteri Perdagangan dalam pertemuan tersebut. Indonesia optimis ASEAN akan mampu menghadapi berbagai tantangan berat karena perdagangan ASEAN semakin kuat dalam menghadapi perubahan global.

 

"ASEAN telah menjadi suatu kekuatan ekonomi regional yang patut diperhitungkan dan berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi global," ungkap Iman dilansir dari siaran pers Kemendag, Jumat, (5/8/2016).

 

Lima inisiatif dimaksud adalah ASEAN Trade Facilitation Framework (ATFF); ASEAN Food Safety Regulatory Framework (FSRF); ASEAN Institutional Framework on Access to Finance for MSMEs, Enabling Environment for SME Establishment and Operation; dan Guidelines for SEZ Development & Collaboration, dan Report and Work Programme on ‘Starting a Business in ASEAN; serta meluncurkan ASEAN Tariff Finder untuk selanjutnya diimplementasikan oleh semua negara anggota ASEAN.

 

Indonesia memberikan selamat kepada Laos atas keberhasilannya mengusulkan prioritas Laos selama masa Keketuaan ASEAN tahun 2016. Para Menteri mencatat bahwa prioritas Laos ini akan memberikan dorongan untuk kemajuan agenda integrasi ekonomi ASEAN di bawah Cetak Biru

 

Dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-48, Dirjen PPI juga memimpin delegasi Indonesia pada Pertemuan AEM-AIA Council ke-19. Kehadiran Indonesia disambut sangat positif oleh tuan rumah Laos serta Para Menteri Ekonomi ASEAN lainnya karena menunjukkan komitmen dan keseriusan Indonesia dalam mewujudkan MEA yang dideklarasikan akhir tahun 2015.

 

Hingga akhir Desember 2015, implementasi kesepakatan Cetak biru MEA 2015 telah mencapai 93,9% atau sebanyak 475 dari total 506 komitmen (measures). ASEAN terus bekerja keras untuk memenuhi seluruh komitmennya pada Cetak Biru MEA 2015.

 

“Cetak Biru MEA 2025 akan meningkatkan agenda integrasi ekonomi dan membangun kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan ASEAN pada masa yang akan datang,” ujar Dirjen PPI.

 

Pada pertemuan ini, Para Menteri Ekonomi ASEAN menyambut baik diselesaikannya the Second Protocol to Amend the ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) guna meningkatkan iklim investasi yang lebih transparan dan terbuka bagi investor. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi asing langsung ke dalam kawasan ASEAN. Protokol ini akan ditandatangan secara ad referendum paling lambat pada Pertemuan KTT ASEAN bulan September mendatang.

 

Total investasi asing langsung yang masuk ke ASEAN pada tahun 2014 sebesar USD 120 miliar, dimana sumber utama investasi berasal dari intra-ASEAN sebesar 18,5% menandakan dampak positif dari integrasi ASEAN. Kemudian diikuti oleh sumber eksternal dari Uni Eropa (16,4%), Jepang (14,5%), Amerika Serikat (10,2%), dan China (6,8%). Sektor jasa tetap menjadi penerima terbesar dari FDI pada tahun 2015 sebesar USD 72 miliar atau 60% dari total FDI ke ASEAN, diikuti oleh sektor manufaktur sebesar 24,2%.

 

Para Menteri Ekonomi ASEAN menyoroti pentingnya penguatan lembaga, mobilisasi sumber daya, dan upaya komunikasi untuk implementasi Cetak Biru MEA 2025. Kerja sama ASEAN dalam kurun waktu 10 tahun ke depan akan difokuskan pada upaya memperdalam integrasi ekonomi di kawasan dan kerangka kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan dan pemantauan Cetak Biru yang efektif.

 

Agenda penting lainnya yang juga dibahas adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat semakin berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam integrasi ekonomi ASEAN. Para Menteri optimis isu yang masih menjadi tantangan dapat diselesaikan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi pada November 2016 mendatang. Untuk itu, Dirjen PPI mengharapkan peran aktif semua pemangku kepentingan di dalam negeri untuk mendukung pencapaian integrasi ekonomi ASEAN 2025.

 

Saat ini, Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN mencapai USD 2,43 triliun tahun 2015, melebihi Prancis untuk menjadi ekonomi terbesar ke-6 di dunia. Pertumbuhan PDB riil ASEAN diproyeksikan mencapai 4,5% di 2016 dan akan ditingkatkan sampai 4,8% pada tahun 2017.

 

Pasar Utama Ekspor ASEAN relatif tidak mengalami perubahan dan konsisten pada pasar tradisional dengan komposisi pangsa ekspor intra-ASEAN (24%), RRT (15,2%), Jepang (10,5%), Uni Eropa (10%,), dan Amerika Serikat (9,3%). Sementara itu, total perdagangan intra-ASEAN tetap tangguh dan mencapai USD 2,28 triliun pada tahun 2015, dimana 24% adalah perdagangan intra- ASEAN.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X