
Teheran - PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan studi terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri. Pertamina punya waktu enam bulan untuk melakukan studi.
Dalam penandatanganan ini, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Managing Director NIOC Ali Kardor disaksikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Islam Iran merangkap Turkmenistan Octavino Alimudin di Teheran, Iran.
Mengacu nota kesepahaman, Pertamina punya waktu enam bulan melakukan studi dan selanjutnya menyampaikan preliminary proporsal pengembangan kedua lapangan onshore dengan cadangan lebih dari 5 miliar barel tersebut.
Dwi Soetjipto berharap pasca nota kesepahaman, kerjasama Pertamina dan NIOC bisa terealisasi dalam bentuk lebih konkret berupa kesepakatan kontrak untuk kedua lapangan tersebut. Adapun, saat ini Iran mempersiapkan Iranian Petroleum Contract yang menandai babak baru industri migas di Negara tersebut.
"Iran merupakan salah satu prioritas Pertamina. Kami serius untuk melakukan investasi hulu yang akan mendukung Iran dalam meningkatan produksinya. Di sisi lain langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional," kata Dwi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/8/2016).
Pertamina sebelumnya menyepakati kerjasama pasokan LPG. Rencananya, pengapalan perdana LPG dari Iran ke Indonesia akan dilakukan pada September 2016. Diharapkan kedua perusahaan akan mengembangkan kerjasama seperti minyak mentah dan kondensat.
"Tentu masih banyak peluang mengembangkan kerjasama kedua perusahaan seperti kerjasama pengadaan minyak mentah dan kondensat, pengelolaan kilang LNG, petrochemical, pengeboran dan oil services, dan lainnya," ujar Dwi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU