Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menteri PPN/Bappenas Minta Universitas Jember Kembangkan Pertanian

Cakrawala Daerah
01 Aug 2019
Menteri PPN/Bappenas Minta Universitas Jember Kembangkan Pertanian

hariansuara.com, Jakarta - Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) meminta Universitas Jember untuk fokus mengembangkan bidang pertanian dan perkebunan. Permintaan ini didasari pada potensi daerah Jember dan sekitarnya yang sejak lama dikenal memiliki keunggulan di bidang pertanian dan perkebunan. 

“Hingga kini sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar bagi pemasukan negara, jumlah sumber daya manusia yang terlibat juga lebih banyak daripada sektor industri. Oleh karena itu jika Universitas Jember mampu memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian, maka Universitas Jember akan benar-benar telah memberikan manfaat bagi bangsa dan negara ini,” tutur Menteri PPN/Bappenas kala mengunjungi Kampus Tegalboto (31/7/2019).

Untuk mendukung Universitas Jember yang fokus pada pertanian, khususnya sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang bioteknologi pertanian, perkebunan dan kesehatan,  Kementerian PPN/Bappenas setuju menyalurkan dana kurang lebih 500 milyar rupiah untuk Universitas Jember dari Islamic Development Bank (IsDB). Bantuan ini guna membangun sarana dan prasarana berupa laboratorium bioteknologi, pusat pelatihan serta auditorium yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas dan kuantitas inovasi di Kampus Tegalboto. Dalam kesempatan ini Bambang Brodjonegoro melihat dari dekat pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut sekaligus meresmikan gedung integrated laboratory for plant and natural medicine dan gedung integrated laboratory for health science.

“Saya berharap agar laboratorium yang ada dirawat dengan baik, agar usia pemakaiannya panjang sehingga manfaatnya maksimal. Dan perlu diketahui, semua fasilitas laboratorium dan sarana pendukungnya tidak hanya untuk kepentingan sivitas akademika Universitas Jember, tapi boleh digunakan oleh pihak lain dalam rangka memajukan pertanian dan perkebunan di Jember dan sekitarnya,” harap Bambang Brodjonegoro.

Program kedua yang dilihat dari dekat kemajuannya oleh Menteri PPN/Bappenas adalah program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang diselenggarakan oleh Universitas Jember, dengan dukungan dana dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PPN/Bappenas, serta USAID. Bukti keberhasilan program yang menekankan pada bagaimana menjembatani usaha menjaga kelestarian alam dengan kepentingan ekonomi ini dihadirkan dengan usaha batik dengan pewarnaan alami, yang diusahakan oleh warga Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri.

“Kini sudah ada 30 motif batik motif Meru Betiri semisal motif rafflesia, dan elang jawa yang merupakan tanaman dan hewan endemik Taman Nasional Meru Betiri. Uniknya lagi pewarnaan batik ini menggunakan teknik pewarnaan alami, misalnya dengan menggunakan mangrove, daun jati bahkan tanaman putri malu,” tutur Hari Sulistyowati salah seorang peneliti sekaligus pembina kelompok pembatik Desa Wonoasri. Program binaan Universitas Jember ini mendapatkan apresiasi dari Menteri PPN/Bappenas. 

“Sebagai daerah pertanian dan perkebunan, maka menjaga kelestarian alam di Jember dan sekitarnya adalah kewajiban, sebab jika alam sekitar terganggu maka dampaknya bagi pertanian akan luar biasa. Ini yang kita sebut sebagai pembangunan inklusif yang tidak hanya berpihak pada satu sisi saja, menjembatani antara kelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi,” kata Bambang Brodjonegoro yang sekaligus meresmikan Desa Wonoasri sebagai Pusat Batik Meru Betiri.

Menanggapi permintaan Bambang Brodjonegoro agar Universitas Jember turut aktif berkontribusi terhadap lingkungan sekitar, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember menyanggupinya. “Contoh sederhana saja Kampus Tegalboto yang hijau dan asri menjadi paru-paru kota yang mampu menyuplai oksigen bagi kota Jember hingga 200 ton per tahunnya,” kata Moh. Hasan.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X