
hariansuara.com, Jakarta - Ketua MUI Cabang Jember, KH Abdul Halim Subahar turut menyoroti penampilan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jember. Menurutnya, penampilan JFC kali ini bertentangan dengan budaya dan adat Jember.
“Yang terjadi dengan penampilan JFC justru bertentangan dengan budaya Jember. Jauh-jauh datang ke Jember, kok (Cinta Laura) hanya pamer aurat,” ucapnya seperti dikutip laman nu.or.id, Selasa, (6/8/2019).
Tidak cuma Cinta Laura, sejumlah peserta juga berpakaian lebih ‘ngeri’. Mereka berlenggak-lenggok, menyusuri jalan raya mulai dari samping selatan alun-alun Jember hingga Gedung Olahraga Pemuda, Kaliwates. Bahkan ada yang memajang habis aurat bagian bawahya meski masih dilapisi kain yang terpotong-potong. Namun ketika berjalan, pakaian pelapis itupun terkuak hingga terjadilah tontonan porno aksi.
“Kostum seperti itu tidak pantas dipertontonkan di ruang publik. Nggak ada yang bisa dibanggakan. Penampilan begitu akan merusak moral generasi muda,” urainya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU