
hariansuara.com, Jakarta - 100-an orang yang tergabung dalam Aliansi Santri Jember (ASJ) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jember, Rabu (7/8/2019). Mereka menuntut manajemen JFC dan Bupati Jember meminta maaf atas terjadinya porno aksi yang melibatkan sejumlah peserta JFC.
“Walaupun kemarin Bupati Jember sudah meminta maaf. Tapi warga Jember butuh permintaan maaf secara terbuka di depan kita-kita. Sebab pelanggarannya dilakukan di depan umum, terbuka juga,” kata koordinator aksi, Fathurrahman.
Seperti diketahui, JFC yang yang berakhir Minggu (4/82019) menuai kontroversi. Pasalnya, pakaian artis Cinta Laura yng menjadi peserta kehormatan JFC, dinilai tak pantas untuk ditonton warga Jember.
“Itu tidak bisa kita terima, karena mencederai budaya Jember sebagai kota santri, dan masyarakatnya relijius,” lanjutnya.
Wakil Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief yang menemui pengunjuk rasa mengamini permintaan mereka. Bahkan saat itu juga ia meminta maaf secara terbuka. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pengunjuk rasa sebagai bentuk rasa cintanya kepada Jember. "Ini (unjuk rasa) kontrol sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Jember dan masyarakat Jember," tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Silo itu menegaskan bahwa kegiatan apapun yang digelar di Jember tidak boleh menodai religiusitas warga Jember. Sebab jika itu terjadi, maka warga Jember pasti tersinggung, dan marah.
“Kegiatan apapun kita berharap jangan sampai mengubah tradisi di Jember yang sangat lekat dengan budaya pesantren," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kasus JFC dianggap selesai setelah para kiai dan tokoh masyarakat bertemu Bupati Jember, Selasa (6/8/2019), yang dari situ permintaan maaf sudah dilakukan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU