Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Produksi Air Bersih PDAM Patriot Turun Karena Kali Bekasi kering

Cakrawala Daerah
13 Aug 2019
Produksi Air Bersih PDAM Patriot Turun Karena Kali Bekasi kering

hariansuara.com, Jakarta - Kekeringan yang melanda Kali Bekasi sejak beberapa bulan ini berdampak terhadap penurunan produksi air bersih kepada pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot, Kota Bekasi.

Normalnya PDAM milik Pemerintah Kota Bekasi ini memproduksi air bersih sebesar 500 liter per detik untuk disalurkan kepada 31.000 sambungan pelanggan namun setelah sumber air di Kali Bekasi mengalami kekeringan, produksi air bersih menjadi turun.

"Normalnya, produksi air baku 490-500 liter per detik, menurun menjadi 420 liter per detik," ujar Kasubag Humas PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya, seperti dilansir Antara, Selasa, (13/8/2019).

Dia menjelaskan penurunan produksi air bersih disebabkan karena menurunnya kualitas air baku‎ di Kali Bekasi. Selain karena debit Kali Bekasi yang menurun drastis juga karena pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Penurunan air baku mulai terjadi pada pertengahan Juli ini, dampak dari musim kemarau dan pencemaran limbah berat," katanya.

Kali Bekasi yang hulunya berada di Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi berkaitan langsung dengan kualitas air di kedua sungai tersebut. Terutama, di Sungai Cileungsi, ‎dampak pembuangan limbah berbahaya memengaruhi kualitas air baku Kali Bekasi. Bahkan di aliran kalinya kerap muncul busa (buih) di sekitar Bendung Kali Bekasi karena limbah salah satu pabrik keramik di Cileungsi.

"Busa di Kali Bekasi terjadi akibat turbulensi air kali yang jatuh. Busa sudah diselidiki dari pabrik pembuat keramik di Cileungsi," katanya lagi.

Kondisi seperti ini membuat PDAM ‎Tirta Patriot melakukan berbagai siasat agar pelayanan terhadap pelanggan air bersih tetap berjalan. Air bersih yang masuk ke rumah-rumah warga tidak sampai mati alias tetap mengucur walaupun dengan debit sedikit berkurang. PDAM juga berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II ‎untuk melakukan buka-tutup Bendung Nowo dan Bendung Palanta.

Bendung Nowo mengalirkan air baku dari Kali Bekasi sedangkan Bendung Palanta mengalirkan air baku dari Kalimalang yang terbebas dari pencemaran limbah. Air Kali Bekasi‎ dialirkan ke Bendung Nowo dan ditampung, sebagian lagi dibuang ke arah ke Babelan. ‎Kemudian air dari Bendung Nowo ini akan dicampur dengan air baku dari Kalimalang.

"Kita berkoordinasi dengan PJT II untuk ditutup Bendung Nowo dan dibuka di Bendung Palanta sebanyak 2 meter kubik/detik. Kita melakukan‎ produksi dengan kualitas sumber air baku yang buruk, kita memaksakan juga untuk produksi, dengan biaya yang lebih besar," ucapnya.

Sehingga dalam kondisi air baku yang tidak bagus dan mengandung kadar limbah serta tidak bisa‎ dinetralkan dari air baku Kalimalang, dilakukan penurunan produksi air baku menjadi 420 liter per detik.

Kondisi ini membuat pendistribusian air bersih yang menga‎lir ke pelanggan menjadi menurun. Bahkan, pada Minggu (4/8), sempat terjadi penghentian produksi air akibat pemadaman listrik PLN, Jawa, Bali dan Banten. Saat listrik mati cadangan air di reservoir (bak penampungan air bersih) masih mencukupi hingga listrik menyala kembali sekitar pukul 20.00 WIB.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X