Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Film Encret Karya Mahasiswa Universitas Jember Juara di Borneo Enviromental Film Festival

Cakrawala Daerah
26 Sep 2019
Film Encret Karya Mahasiswa Universitas Jember Juara di Borneo Enviromental Film Festival

hariansuara.com, Jakarta - Film karya mahasiswa Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya (PSTF FIB) Universitas Jember juara di Borneo Enviromental Film Festival (BEFF) 2019 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (20-22/9)

Film Encret karya Zulfani Yuninda menyabet gelar The Best Short Fiction Film. Dalam film ini, Zulfani Yuninda mengangkat isu penyakit diare yang sering dipandang remeh oleh masyarakat, menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam sebuah jalinan film ber-genre komedi satir yang apik. 

“Dari data yang saya peroleh, diare masih menjadi penyakit yang banyak diderita khususnya di kalangan anak-anak, nggak perlu jauh-jauh deh, misalnya di tempat asal saya di Desa Glagahwero Kecamatan Panti masih banyak warga yang melakukan kegiatan mandi dan cuci di sungai, tak heran jika banyak pasien dengan keluhan diare yang berobat ke Puskesmas setempat. Kebetulan Budhe saya yang bekerja di Puskesmas Panti pernah menyampaikan hal ini ke saya,” jelas Zulfahni. Film Encret adalah juga tugas akhirnya di PSTF FIB.

BEEF melombakan empat kategori film, yakni film fiksi pendek terbaik, film dokumenter pendek terbaik, film dokumenter panjang terbaik, dan video promosi Kalimantan terbaik. Ajang BEEF tahun ini diikuti oleh 83 film dari 4 negara, diantaranya Malaysia, Canada, Turki dan tuan rumah Indonesia.

“Film Encret menceritakan kisah si Mahmud yang diminta oleh ibunya untuk menjaga adiknya, Sawiyah yang tengah sakit perut. Alih-alih menjaga adiknya, Mahmud malah mengajak Sawiyah bermain balap sepeda. Mahmud menganggap sakit perut adiknya sebagai hal biasa hingga akhirnya nyawa Sawiyah tak tertolong. Pesan yang saya sampaikan di film ini adalah mari kita budayakan hidup bersih termasuk sanitasi bersih, dan jangan pandang remeh penyakit diare,” tutur Zulfahni.

Keberhasilan meraih titel The Best Short Fiction Film di ajang BEFF 2019 ternyata menjadi modal berharga bagi Zulfani dalam meraih cita-cita sebagai film maker. Kini Zulfani bekerja sebagai crew produksi Film Imperfect yang disutradai oleh komika, Ernest Prakasa.

“Kebetulan jadwal shooting selalu nggak cocok dengan jadwal wisuda, jadi sembari menunggu wisuda saya bekerja, sambil memperdalam ilmu dan praktek di dunia perfilman,” imbuh Zulfani.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X