Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

BEM Unej Sepakat Pertemuan Mahasiswa Berlangsung Terbuka dengan Presiden Jokowi

Cakrawala Daerah
29 Sep 2019
BEM Unej Sepakat Pertemuan Mahasiswa Berlangsung Terbuka dengan Presiden Jokowi

hariansuara.com, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember (Unej) sepakat dengan Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang menginginkan pertemuan mahasiswa dengan Presiden Joko Widodo harus berlangsung secara terbuka, agar semua pihak bisa menyaksikan pertemuan tersebut.

"Pertemuannya harus terbuka atau ditayangkan di sejumlah stasiun televisi. Itu menjadi salah satu prasyarat BEM Seluruh Indonesia yang diajukan kepada Presiden Jokowi," kata Ketua BEM Unej Ahmad Fairuz Abadi, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilansir Antara, MInggu, (29/9/2019).

Menurut ia, sikap yang diambil oleh BEM Seluruh Indonesia merupakan satu keputusan yang juga didukung oleh BEM Unej, sehingga mahasiswa akan membuka ruang dialog dengan pemerintah, asalkan Presiden Jokowi juga menerima prasyarat yang diajukan oleh mahasiswa.

"Kami tidak mau berdialog dengan Presiden Jokowi, apabila pertemuan dilakukan secara tertutup karena saat ini sudah zamannya keterbukaan," ujar mahasiswa Fakultas Teknik Unej itu pula.

Selain itu, lanjut dia, Presiden Jokowi juga harus merespons tuntutan mahasiswa yang tercantum dalam Maklumat Tuntaskan Reformasi, sehingga tidak hanya sekadar pertemuan tanpa ada kebijakan yang tegas nantinya.

"Mahasiswa hanya butuh sikap ketegasan Presiden Jokowi, bukan pertemuan yang penuh negosiasi karena dalam Maklumat Tuntaskan Reformasi sudah jelas yakni sikap untuk menolak UU KPK dan sejumlah RUU yang ngawur itu," ujarnya pula.

Fairuz mengatakan aksi mahasiswa akan terus bergejolak dengan jumlah massa yang lebih banyak, apabila tuntutan mahasiswa dalam Maklumat Tuntaskan Reformasi tidak dikabulkan oleh pemerintah.

"Bahkan dua kawan kami dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari harus meregang nyawa akibat bentrokan antara mahasiswa dengan polisi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara pada Kamis (26/9), sehingga kami minta pelakunya harus diusut tuntas," ujarnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X