Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Penduduk Miskin Turun, Tapi Kemiskinan di Jember Masih Ditemukan

Cakrawala Daerah
22 Oct 2019
Penduduk Miskin Turun, Tapi Kemiskinan di Jember Masih Ditemukan

hariansuara.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik Jember dalam berita resmi statistik yang dirilis Januari 2019 mencatat bahwa persentase jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember pada tahun 2018 turun.

Dan turunnya itu sebesar 1,02 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2017, persentase jumlah penduduk miskin sebesar 11,00 persen, pada tahun 2018 turunnya menjadi 9,98 persen. 

Dan secara absolut, jumlah penduduk miskin Kabupaten Jember yang semula berjumlah 266,90 ribu jiwa pada tahun 2017 turun menjadi 243,42 ribu jiwa pada tahun 2018. 

Namun potret kemiskinan di Jember masih nampak di depan mata. Salah satu contohnya adalah penduduk miskin yang berada  di Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo. 

Seperti yang dilaporkan Suara.com, potret kemiskinan terlihat dari banyaknya rumah warga yang ditempati, masih tidak layak huni yang tersebar di wilayah ini.

Muhra (75) warga Kecamatan Sumberjambe adalah contohnya. Muhra  tinggal di gubuk bambu ukuran 2 x 4 meter dengan atap tebu yang sudah ditumbuhi rumput. Pada musim hujan bocor, karena atap yang sudah digunakan banyak yang bolong. Belum lagi, bambu penyangga sudah tua dan dimakan rayap, sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpanya.

Tdak jauh berbeda dengan nasib yang dialami Maimunah (80), warga RT 02 / RW 02 Dusun Karanganyar, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember, Jawa Timur ini. Selama 13 tahun. Maimunah hiduonya dalam kemiskinan.

Dilansir faktualnews.co, nenek renta yang hidupnya sebatang kara ini sehari-harinya hanya menggantungkan hidup dari belas kasihan  warga sekitarnya  Nenek tua ini juga tidak selalu mendapat bantuan. Terkadang untuk bertahan hidup, dia harus makan nasi yang sudah menjamur.

Rumah yang di tempatinya pun juga tidak layak huni. Pasalnya tidak ada kemampuan untuk memperbaiki ataupun merawatnya dengan baik. Tanah tempatnya mendirikan tempat tinggal juga adalah pekarangan milik warga, yang merasa prihatin dengan kondisinya.

Di masa tuanya nenek ini mengeluh sakit sesak nafas dan sakit perut. Tapi apakah sakitnya karena sering makan nasi yang menjamur, Maimunah hanya mengucap syukur. “Namanya sudah tua ya sakit-sakitan,” ungkapnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X