
hariansuara.com, Jakarta - Pelaku Wisata Banyu Anyar, Fathurachman, menilai pariwisata di Jember seharusnya mendapatkan sentuhan dan partisipasi penuh dari pemerintah daerah. Pasalnya, wisata alam atau wisata buatan akan berkembang jika mendapatkan dukungan penuh.
"Jember sebenarnya memiliki potensi wisata yang cukup banyak. Ada sekitar 86 wisata yang dimiliki, potensi ini besar jika dibandingkan dengan Kabupaten Banyuwangi. Potensi Jember ini sebenarnya banyak, tapi masih belum ada sentuhan dari pemerintah daerah," ujarnya seperti dilansir suaraindonesia.co.id, Rabu, (23/10/2019).
Fathurachman membandingkan dengan Banyuwangi yang lebih konsen pada sektor pariwisata.
Di Banyuwangi, katanya, Pemerintah Daerah sepenuhnya total membangun pariwisata. Hal ini terlihat dari mulai dari regulasi, bantuan dana dari APBD maupun Bumdes semua bergerak membangun wisata. Ditambah lagi, pengurusan ijin wisata juga sangat mudah dan tidak lebih dari 1 jam pengurusan ijin mulai awal hingga keluarnya SK.
"Kalau di Banyuwangi itu pemdanya sangat total membangun pariwisata, mulai dari anggaran Pemda sampai Bumdes membantu mengembangkan pariwisata," katanya.
Fathur mengatakan, Jember seharusnya bisa lebih baik asalkan pemerintah daerahnya khususnya Bupati mau mengembangkan pariwisata di Jember.
Menurut Fathur, pekerjaan rumah yang harus dibenahi yakni adanya kolaborasi dan juga sinergi dengan pihak perhotelan dengan pelaku wisata. Untuk menyusun sistem integrasinya sehingga wisatawan bisa berlama-lama di Jember dengan menawarkan paket wisata.
"Jember punya Perhutani, PTPN 12 dan juga Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang seharusnya mampu disinergikan untuk membangun destinasi Jember. Maka tinggal Pemerintah Daerahnya serius atau tidak mengurus pariwisata di Jember," pungkasnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU