
hariansuara.com, Jember - Kabar duka bagi warga Kabupaten Jember menyusul luputnya jatah kuota CPNS 2019. Hal itu merupakan suatu kerugian besar, mengingat ada hak warga Jember yang dikebiri.
Kabupaten Jember menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang tidak mendapat jatah kuota CPNS 2019. Bakal Calon Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyayangkan dan turut prihatin usai mendengar kabar tersebut.
Menurutnya pihak yang paling dirugikan terkait hal itu adalah warga Jember. Selain memupus harapan mereka yang ingin mendaftar CPNS 2019, juga akan mengganggu jalannya roda pemerintahan daerah.
Hal itu juga berpengaruh pada jumlah PNS di Kab. Jember yang akan mengalami kekurangan. Pada gilirannya, pelayanan publik tidak optimal dan terganggu.
“Ujung-ujungnya masyarakat yang dirugikan. Hak mereka dikebiri. Bagaimana nasib guru honorer dan pegawai lainnya yang sudah menunggu selama bertahun-tahun untuk menjadi PNS,” ujar Hendy Siswanto.
Ia juga menyoroti kinerja pemerintah daerah yang dinilai abai dan lalai terhadap hal tersebut. Hendy Siswanto mendesak pemda agar tidak tinggal diam dan mempertanggungjawabkan luputnya kuota CPNS 2019.
“Pemda harus menjelaskan secara detail kepada masyarakat, kenapa Jember tak mendapat kuota CPNS. Jangan bertele-tele dan saling lempar. Hal ini tak akan terjadi jika pemimpinnya tahu dan memahami apa yang harus dikerjakan,” tegasnya.
Tak lupa ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengawasi pemerintah daerah. Dalam hal ini, pengawasan juga harus dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember sebagai penyambung lidah rakyat.
“Kita semua harus bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun Jember agar lebih baik dan maju. Jangan sampai anak cucu kita yang menanggung akibatnya di masa depan. Untuk itu, wis wayahe mbenahi Jember,” pungkasnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU