
hariansuara.com, Jember - Musim pancaroba belakangan ini membuat kondisi cuaca di perairan pantai selatan Jember tak menentu. Gelombang tinggi dan angin kencang pun menghantui aktifitas nelayan Puger, Jember. Banyak nelayan takut dan memilih memarkir jukung dan perahunya.
" Mengingat kondisi cuaca tak menentu, jelang musim hujan. Dengan bekerja sama BMKG, kami mengimbau nelayan agar senantiasa menjaga keselamatan. Tentunya perlengkapan seperti Life Jaket dan pelampung harus disiapkan saat nelayan pergi melaut," kata Kapolres Jember, AKBP. Alfian Nurrizal, Jumat, (7/11/2019).
Kapolres menyapa warga nelayan lewat ajang silaturahmi mendekatkan diri di ruang publik yang dikemas melalui Acara Makan dan Ngobrol Bareng Nelayan Puger, Jember.
Acara yang digelar di pesisir Pantai Pancer Kecamatan Puger, Jember, dihadiri oleh pejabat utama Polres, Unsur Muspika, Kepala Desa Puger Kulon, Kades Puger Wetan, Pokmas Wisata Pancer dan ratusan masyarakat nelayan Puger.
Lebih lanjut Kapolres Jember mengatakan pihaknya juga sudah mendengar aspirasi, harapan dan saran para nelayan perihal keamanan pengunjung wisatawan pantai Pancer Puger.
Disisi lain, nelayan juga menyampaikan keluhannya terkait situasi paceklik hasil pendapatan dari melaut, terlebih cuaca buruk berakibat produksi ikan menurun drastis.
"Yang terpenting, kami akan bentuk satgas untuk mengantisipasi lonjakan harga ikan yang merugikan konsumen. Kami akan bentuk segera sehingga dapat menstabilkan harga produksi ikan," ungkapnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU