
hariansuara.com, Jember - Penyebab ambruknya atap pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diselidiki aparat Kepolisian Resor Jember.
"Kami sudah memasang garis polisi mengelilingi bangunan yang ambruk dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) ambruknya atap pendapa Kecamatan Jenggawah," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Q di Jember, dilansir Antara, Rabu, (4/12/2019).
Tim Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember akan menangani kasus ambruknya atap pendapa kecamatan tersebut, sehingga penyidik masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dan untuk sementara tidak boleh ada aktivitas pengerjaan karena status quo.
"Polisi juga akan memanggil ahli dari Polda Jatim untuk mengecek konstruksi bangunan yang ambruk tersebut dan akan dilakukan olah TKP secara detail," tuturnya.
Sebelumnya, atap aula pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember yang dalam tahap perbaikan tiba-tiba ambruk hingga menyebabkan seorang pekerja bernama Mohammad Havid (25) warga Kecamatan Sukorambi mengalami cedera kaki dan dilarikan ke Puskesmas Jenggawah pada Selasa (3/12).
Dalam keterangan papan proyek, perbaikan bangunan Kantor Kecamatan Jenggawah tersebut dilaksanakan oleh PT Andaya Breka Konstruksi dengan anggaran sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD Jember tahun anggaran 2019 dengan masa pengerjaan pada 24 Juli hingga 21 November 2019.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU