
hariansuara.com, Surabaya – Covid-19 belum lagi beringsut dari Indonesia, termasuk Jawa Timur. Tak dapat dipungkiri, kondisi ini membawa dampak kelesuan di sektor ekonomi secara umum.
Bagi sementara orang, situasi yang terbatas ini tetap menyimpan peluang. Ini dibuktikan di Surabaya. Meski pandemi Covid-19 masih ada di tengah-tengah kita, namun ekspor tiwul dan gatot asal Blitar, Jawa Timur itu tetap saja stabil.
“Jangan salah, kedua makanan ini laris manis di Hong Kong, Taiwan, Malaysia dan Singapura. Bahkan dalam sebulan dua kontainer bisa dikapalkan menuju negara-negara tersebut,” demikian tulis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seperti dikutip hariansuara.
Tiwul dan Gatot sejatinya merupakan makanan pokok terbuat dari singkong sebagai pengganti nasi di tengah masyarakat Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Namun seiring dengan membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat, maka kedua panganan ini beralih fungsi menjadi camilan. Rasanya yang khas, manis semu dan enak dengan taburan kelapa parut ini digemari secara luas.


Bahkan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, seperti komentar @reginavidyanata, yang sudah beberapa lama bekerja di Hong Kong, ia terus mencari dan memilih makanan dari Indonesia. Contohnya, ya tiwul. Katanya, kelezatan tiwul tidak ada bandingnya.
Gubernur Khofifah pun sangat bersyukur melihat fenomena ini. Bahkan menumbuhkan optimisme tersendiri baginya. Ia pun berharap agar sektor-sektor usaha yang menghasilkan produk-produk lokal terus bergiat dan bersemangat lagi.
“Produk lokal asal Jatim bisa bersaing di pasar internasional. Jatim juga siap mendukung diversifikasi pangan berbahan baku pangan lokal,” imbuh Gubernur Khofifah yang menaruh perhatian besar pada sektor usaha berbasis ekonomi kerakyatan. (*) mae/mel Foto-foto: @khofiah.ip, infogunungkidul.com
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU