Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Yuk, Intip Museum Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Cakrawala Daerah
02 Sep 2020
Yuk, Intip Museum Kerajaan Islam Pertama Nusantara

hariansuara.com, Aceh - Bagi masyarakat umum mungkin belum tahu ada bangunan museum Islam Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara. Bangunan museum ini punya andil penting karena sebagai lokasi menyimpan benda bersejarah masa kerajaan tersebut.

Lokasi museum ini tak jauh dari lokasi makam Sultan Malikussaleh, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Nah, kurang lebih ada 500 jenis benda dan artefak bersejarah milik Samudera Pasai yang notabene  kerajaan Islam tertua di Indonesia. Misalnya, ada perangkat salat, pedang, tombak, buku-buku dan kitab

Anda yang suka sejarah belum lengkap jika tak mengunjungi museum ini. Sebab, ada Hikayat Perang Sabil, yang merupakan karya sastra lama yang membicarakan tentang semangat jihad melawan penjajah Belanda. 

Tak hanya itu, juga ada Dirham, mata uang emas yang menjadi alat pembayaran pada masa kerajaan Aceh Darussalam.

Perlu diketahui, benda-benda dan artefak tersebut saat masa konflik berkecamuk sempat ditempatkan di Museum Aceh, di Banda Aceh. Tujuannya, untuk menghindari hiang atau rusaknya benda-benda bersejarah yang ditemukan di wilayah kekuasaan kerajaan Samudera Pasai.

Dari literarur yang dihimpun hariansuara, Rabu, 2 September 2020, sebenarnya masih banyak benda peninggalan Samudera Pasai yang belum ditempatkan di museum tersebut. Sebut saja Lonceng Cakra Donya yang punya sejarah lantaran hadiah dari Lakasamana Cheng Ho.

Meski dari literatur lain disebut Lonceng Cakra Donya sudah jadi milik Kerajaan Aceh Darussalam. Saat itu kebijakan Sultan Iskandar Muda membuat benda sejarah lonceng tersebut ditaruh di atas kapal perang Aceh.

Dari sejarahnya, benda tersebut sempat direbut Portugis. Namun, karena menghormati rakyat Aceh yang notabene umat Muslim maka hadiah dari tokoh laksamana muslim dari China itu dikembalikan.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib meminta masyarakatnya bisa peduli dan membantu merawat museum tersebut. Ia berharap, museum bisa dimanfaatkan juga oleh kepentingan study tour sekolah di Aceh maupun luar Aceh. 

“Manfaatkan museum ini untuk sarana edukasi dan pembelajaran bagi anak-anak kita,” ujar Thaib dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2020.

Bangunan museum ini mirip masjid yang megah. Warna yang terang membuatnya terlihat cantik dari kejauhan. Bahkan, warga sekitar sering memanfaatkan momen sore hari untuk sekedar swafoto. (*)  lia/lia          FOTO: Museum Samudera Pasai/Istimewa

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X