
hariansuara.com, Jakarta - Ada kabar baik dari The United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang menetapkan tiga Cagar Biosfer baru di Tanah Air. Ketiga cagar tersebut adalah Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria dan Merapi Merbabu
Direktur Eksekutif Komite Nasional Program Man and the Biosphere Program (MAB) Indonesia-Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Y. Purwanto merincikan masing-masing cagar biosfer itu Bunaken Tangkoko Minahasa seluas 746.412,54 ha, Karimunjawa Jepara Muria 1.236.083,97 ha dan Merapi Merbabu seluas 254.876,75 ha.
Menurut dia, dengan tambahan tiga itu, Indonesia kini punya 19 biosfer.
"Dengan tambahan ini, Indonesia sekarang memiliki 19 Cagar Biosfer seluas 29.901.729,259 ha yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR)," kata Purwanto dalam keterangan resminya, Minggu, 1 November 2020.
Purwanto menjelaskan dengan penambahan tiga biosfer ini sebagai pencapaian apik Indonesia yang dimotori Komite Nasional MAB UNESCO Indonesia serta LIPI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Pun, ia menekankan biosfer sebagai pengelolaan suatu kawasan untuk mengharmonisasikan antara kebutuhan konservasi keanekaragaman hayati, sosial, ekonomi yang berkelanjutan. Caranya dengan kecukupan dukungan logistik di mana kawasan konservasi merupakan core areanya.
"Luas kawasan konservasi yang menjadi core area atau area inti cagar biosfer adalah 5.261.133,42 ha, atau sebesar lebih dari 20 persen dari total luas kawasan cagar biosfer," jelas Purwanto.
Sedangkan, Direktur Program dan Pengembangan, Komite Nasional MAB Hari Nugroho mengatakan, jumlah Cagar Biosfer saat ini sudah mencapai 714 di 129 negara dunia. Kata dia, penambahan tiga biosfer Indonesia bisa jadi sarana melaksanakan komitmen bangsa Indonesia dalam melaksanakan penyatuan sistem ekologi global untuk kebaikan perubahan iklim, lingkungan hidup, dan keanekaragaman hayati.
Secara geofisiologi, biosfer juga sebagai sistem ekologi global yang bisa menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka dengan interaksi dari unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.
"Keberadaan 19 Cagar Biosfer Indonesia membuat Indonesia memiliki peluang besar untukmendemonstrasikan pembangunan berkelanjutan," ujar Hari. (*) stm/umi FOTO: Bunaken/Twitter MoFA Indonesia/@Kemlu RI
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU